A.
SEJARAH SEL
Sel berasal
dari kata 'cella' yang berarti ruangan berukuran kecil maka sel merupakan unit
(kesatuan, zahrah) terkecil dari makhluk hidup, yang dapat melaksanakan
kehidupan.
Mikroskop Leeuwenhoek
Pada tahun
1633-1723 Antony Van Leeuwenhoek, ilmuwan belanda yang pertama kali melihat sel
dengan mikrokop sederhana, tetapi ia belum menyebutnya sel melainkan hewan
kecil yang bergerak–gerak dalam air yang diamati dengan mikroskop.
Pada 1665, seorang ilmuan Inggris, Robert Hooke
mengamati sayatan gabus dibawah mikroskop sederhana. Ia menemukan ruang-ruang
kecil yang dipisahkan oleh suatu dinding. Selanjutnya, ia menamakan ruang-ruang
tersebut sebagai ”sel”.
Dua ratus tahun kemudian, yakni sekitar tahun 1835,
seorang ilmuan Prancis yang bernama Felix Dujardin meneliti bahwa
sel-sel tersebut tersusun atas substansi berupa cairan. Cairan tersebut dikenal
dengan istilah Protoplasma. Istilah Protoplasma kali ini dikemukakan oleh
Johannes Purkinje.
Tiga tahun kemudian, Matthias Schleiden,
seorang ahli botani dari Jerman melakukan pengamatan secara mikroskopis
terhadap tumbuhan dan ditemukanlah sel. Pada waktu yang bersamaan, Theodor
Schwann, seorang ahli zoologi Jerman menemukan bahwa hewan pun tersusun
atas sel. Kesimpulan dari hasil penemuan Schleiden dan Schwann (1810-1882)
adalah sel merupakan komponen dasar semua makhluk hidup.
Rudolf Virchow berpendapat bahwa setiap sel berasal
dari sel sebelumnya. Berdasarkan tinjauan tentang sel, dapat diketahui dua
batasan sebagai berikut.
1. A.G. Hoewy dan Siekevitz (1963) menyatakan bahwa sel adalah unit aktivitas biologis yang dibatasi oleh membran semipermeabel dan mampu bereproduksi sendiri pada suatu media yang bebas dari sistem kehidupan lain.
2. Menurut definisi umum, sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup, baik struktural maupun fungsional.
1. A.G. Hoewy dan Siekevitz (1963) menyatakan bahwa sel adalah unit aktivitas biologis yang dibatasi oleh membran semipermeabel dan mampu bereproduksi sendiri pada suatu media yang bebas dari sistem kehidupan lain.
2. Menurut definisi umum, sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup, baik struktural maupun fungsional.
Berdasarkan
kedua definisi tersebut, virus tidak tercakup di dalamnya karena virus
merupakan makhluk hidup yang tidak berupa sel. Sel dibedakan menjadi sel
Prokariotik (inti sel tidak mempunyai membran) dan sel eukariotik (inti sel
dibatasi oleh membran).
Apakah perbedaan antara sel prokariotik dan sel
eukariotik? Sel prokariotik tidak memiliki membran inti. Pada sel eukariotik,
bagian sel dapat dibedakan menjadi :
1. Dinding
sel (pada tumbuhan);
2.
Membran sel (tumbuhan dan hewan);
3.
Nukleus, yang terdiri atas membran inti, nukleoplasma, nukleolus, dan benang
kromatin;
4. Sitoplasma yang terdiri atas matriks sitoplasma, organel sitoplasma, dan inklusio sitoplasma.
4. Sitoplasma yang terdiri atas matriks sitoplasma, organel sitoplasma, dan inklusio sitoplasma.
Ukuran sel pada setiap organisme memiliki ukuran
relatif sama. Perbedaan ukuran tubuh organisme bukan disebabkan oleh perbedaan
ukuran sel, melainkan oleh jumlah sel yang dimiliki oleh individu yang
bersangkutan.
Ada
empat teori tentang sel, yaitu:
- unit struktural terkecil
makhluk hidup (Schleiden & T. Schwann)
- unit fungsional terkecil
makhluk hidup (Max Schultze)
- unit pertumbuhan terkecil makhluk
hidup (Rudolf Virchow)
- unit hereditas terkecil makhluk
hidup (Penemuan akhir abad XIX) Berdasarkan membran inti, sel dibagi
menjadi 2, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik.
B.
STRUKTUR SEL
-
Struktur Sel Eukariotik
Tidak seperti prokariota,
sel eukariota(bahasa Yunani, eu, 'sebenarnya' dankaryon)
memiliki nukleus. Diameter
sel eukariota biasanya 10 hingga 100 µm, sepuluh kali lebih besar
daripada bakteri. Sitoplasma eukariota adalah daerah di antara nukleus
dan membran sel.
Sitoplasma ini terdiri dari medium semicair yang disebut sitosol, yang di dalamnya terdapat organel-organel dengan bentuk dan fungsi terspesialisasi serta
sebagian besar tidak dimiliki prokariota. Kebanyakan organel dibatasi oleh
satu lapis membran, namun ada pula yang dibatasi oleh dua membran, misalnya
nukleus.
Selain nukleus, sejumlah organel lain dimiliki hampir semua sel eukariota,
yaitu (1) mitokondria,
tempat sebagian besar metabolisme energi sel terjadi; (2) retikulum endoplasma, suatu jaringan membran tempat sintesis glikoprotein dan lipid; (3) badan Golgi, yang
mengarahkan hasil sintesis sel ke tempat tujuannya; serta (4) peroksisom, tempat perombakanasam lemak dan asam amino. (5) Lisosom, yang menguraikan komponen sel yang rusak dan benda
asing yang dimasukkan oleh sel, ditemukan pada sel hewan, tetapi tidak pada sel tumbuhan. (6) Kloroplas, tempat terjadinya fotosintesis, hanya ditemukan pada sel-sel tertentu daun tumbuhan dan sejumlah organisme uniseluler. Baik sel tumbuhan maupun sejumlah eukariota uniseluler memiliki satu atau
lebih vakuola, yaitu organel tempat menyimpan nutrien dan limbah
serta tempat terjadinya sejumlah reaksi penguraian.
Jaringan protein serat sitoskeleton mempertahankan bentuk sel dan mengendalikan
pergerakan struktur di dalam sel eukariota. Sentriol, yang hanya ditemukan pada sel hewan di dekat
nukleus, juga terbuat dari sitoskeleton.
Dinding sel yang
kaku, terbuat dari selulosa dan polimer lain, mengelilingi sel tumbuhan dan membuatnya
kuat dan tegar. Fungi juga memiliki dinding sel, namun komposisinya
berbeda dari dinding sel bakteri maupun tumbuhan. Di antara dinding sel
tumbuhan yang bersebelahan terdapat saluran yang disebut plasmodesmata.
Sel Eukariotik memiliki membran
nukleus dan sistem endomembran. Berikut struktur sel eukariotik:
- Sel tumbuhan terdiri dari:
nukleus, RE kasar, RE halus, ribosom, kompleks golgi, , membran plasma,
mikrotubulus, mikrofilamen, mitokondria, badan mikro, kloroplas, vakuola,
dinding sel.
- Sel hewan terdiri dari:
(membran nukleus, nukleoplasma+DNA, nukleolus) nukleus, vesikula, lisosom,
RE kasar, RE halus, kompleks golgi, vesikula, sentriol, mitokondria,
membran plasma, mikrofilamen, mikrotubulus.
-
Struktur Sel Prokariotik
Pada
sel prokariota (dari bahasa Yunani, pro, 'sebelum' dan karyon,
'biji'), tidak ada membran yang memisahkan DNA dari bagian sel lainnya, dan daerah tempat DNA terkonsentrasi di
sitoplasma disebut nukleoid. Kebanyakan prokariota merupakan organisme uniseluler dengan sel berukuran kecil (berdiameter 0,7–2,0 µm dan volumenya
sekitar 1 µm3) serta umumnya terdiri dari selubung sel, membran sel,
sitoplasma, nukleoid, dan beberapa struktur lain.
Sel prokariotik mempunyai membran
plasma, sitoplasma yang mengandung ribosom, mesosom, kromator (pigmen) dan
materi inti (DNA dan RNA). Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti dan
sistem endomembran seperti retikulum endoplasma dan kompleks golgi. Selain itu
tidak memiliki mitokondria dan kloroplas. Yang termasuk
sel prokariotik adalah bakteri dan alga biru. Berikut bagian struktur
sel bakteri Escherichia coli:
- pilus
- ribosom
- kapsul
- dinding sel
- membran plasma
- daerah nukleoid (DNA)
- mesosom
- flagela
Organel
- Nukleus
- Nukleolus (di dalam nukelus)
- retikulum endoplasma (RE) kasar
- RE halus
- Ribosom
- Sitoskeleton
- Golgi apparatus
- Sitoplasma
- Mitokondria
- Vesikel
- Lisosom
- Sentrosom
- Sentriol
- Vakuola(kecil)
Struktur tambahan
- Membran plasma
- Flagella
- Cillia
Organel
- Nukleus
- Nukleolus (di dalam
nukelus)
- retikulum endoplasma (RE)
kasar
- RE halus
- Ribosom
- Sitoskeleton
- Golgi apparatus
(diktiosom)
- Sitoplasma
- Mitokondria
- Vesikel
- Kloroplas dan plastida
lainnya
- Vakuola sentral (besar)
- Tonoplas (membran sentral
vakuola)
- Peroksisom dan Glioksisom
Struktur tambahan
- Membran plasma
- Flagella (hanya pada sel
gamet)
- Dinding sel
- Plasmodesmata
C.
PERBEDAAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN
Sel
Hewan
1.
Vakuola
(kecil)
2.
Sentriol
3.
Lisosom
4.
Silia
Sel
Tumbuhan
1.
Dinding Sel
2.
Vakuola (besar)
3.
Plastida
Transpor
lewat membran
Transpor lewat membran dibedakan
atas:
- Transpor pasif, tanpa bantuan
energi dari sel (difusi, difusi terfasilitasi dan osmosis).
- Transpor aktif, dengan
menggunakan energi dari sel (endositosis, eksositosis dan pompa natrium
kalium).
Fungsi
Organela-organela Sel Tumbuhan
a. Membran Plasma
Membran plasma merupakan selaput
tipis yang terdapat dibagian terluar sel.
Membran Plasma Tersusun atas lemak
(lipid) dan protein (lipoprotein).
Fungsi:
sebagai pembatas antara sel dan lingkungan luarnya, melindungi isi sel agar
tidak keluar meninggalkan sel, mengatur pertukaran zat yang masuk atau keluar
sel, melakukan seleksi terhadap zat-zat
yang akn masuk atau meninggalkan sel dan sebagai tempat berlangsungnya reaksi–reaksi
kimia serta sebagai reseptor (penerima rangsang) dari luar.
b.
sitoplasma
Sitoplasma
merupakan daerah yang terletak antara inti sel (nukleus) dan membran plasma. Sitoplasma
Tersusun atas:
- cairan: sitosol
- padatan: berupa
organela-organela
Fungsi: tempat berlangsungnya reaksi
metabolisme sel.
Nukleus Merupakan organel terbesar, berbentuk
bulat, membran rangkap. Di dalam nukleus terdapat nukleoplasma, yang terdiri
atas benang 'kromatin' yang tersusun atas DNA, RNA dan protein. Selain itu
terkadang terbentuk nukleolus. Fungsi:
pengendali seluruh aktivitas sel, pengatur pembelahan sel dan pembawa informasi
genetik.
d.
Retikulum
Endoplasma
Retikulum Endoplasma (RE) Berbentuk
benang-benang jala meliputi:
- RE kasar: terdapat
ribosom, berfungsi untuk transpor & sintesis protein.
- RE halus: tidak terdapat
ribosom, berfungsi untuk transpor & sintesis lemak & steroid.
e.
Ribosom
Ribosom Tersusun dr protein &
RNA, berbentuk bulat & tidak bermembran. Ribosom dibagi menjadi dua, yaitu
ribosom bebas yang terletak pada sitosol dan ribosom terikat menempel pada
bagian luar RE kasar. Fungsi: tempat berlangsungnya sintesis protein.
f.
Badan Golgi
Kompleks Golgi Terdiri atas membran
berbentuk kantong pipih. Kompleks golgi termasuk komponen organel sel terbesar
didalam sitoplasma yang tersebar diseluruh sitoplasma dan dapat berhubungan
satu dengan yang lainya sehingga membentuk suatu struktur kompleks seperti
jala. Pada sel tumbuhan, kompleks golgi
disebut diktiosom.
Jumlah badan golgi berfariasi
menurut tipe, fungsi dan tahap pertumbuhan sel. Contohnya pada saat pembentukan
dinding sel baru, sel tumbuhan memiliki banyak badan golgi yang terbentuk dari
tengah ketepi dinding sel. Badan golgi tersebut dapat menghasilkan vesikel yang
mengandung materi penyusun dinding sel.
Fungsi: sekresi polisakarida, protein &
lendir (musin).
Mitokondria
Memiliki membran rangkap (luar & dlm). Membran dlm berlekuk-lekuk membentuk
krista.
Fungsi; sebagai pernapasan (respirasi) sel yang menghasilkan energi.
h.
Mikrotubulus
Mikrotubulus
merupakan organel sel yang terbentuk tabung atau silinder. Tersusun atas
protein tubulin. Fungsi: punyusun spindel, sentriol, silia & flagela.
i.
Mikrofilamen
Mikrofilamen
merupakan struktur organel sel yang terdiri atas serat-serat protein dengan
jenis yang beragam. Mikrofilamen tersusun atas protein aktin. Fungsi: dalam
gerakan sel, sitoplasma, kontraksi otot & pembelahan sel.
j.
Dinding Sel
Dinding Sel merupakan organel yang hanya
terdapat pada sel tumbuhan.pada dinding sel terdapat lubang berupa
saluran-saluran yang disebut plasmodemata yang berfungsi menghubungkan satu
sitoplasma dengan sitoplasma lainnya sehingga tumbuhan dapat membentuk
rangkaian hidup yang besar. Tersusun atas protein selulose, hemiselulose,
pektin & lignin. Fungsi: memberi bentuk sel, melindungi bagian sebelah dalam,
& mengatur transportasi zat.
k.
Badan Mikro
Badan mikro merupakan
organel sel yang berukuran kecil ( berdiameter 0,3-15 µm) yang dilapisi oleh satu membran. Badan mikro terdiri
atas:
- Peroksisom: mengandung enzim
katalase.
- Glioksisom: mengandung enzim
katalase & oksidase.
l. Plastida Organela
Plastida hanya terdapat pada sel
tumbuhan dan ganggang. Plastida Organela yang mengandung pigmen, meliputi:
Gambaran umum kloroplas.
- Kloroplas: plastida yang
mengandung pigmen klorofil/hijau. Fungsinya
yaitu sebagai tempat fotosintesis.
- Kromoplas: plastida yang
mengandung pigmen merah, jingga, kuning.
- Leukoplas: plastida yang tidak mengandung
pigmen.
m. Vakuola
Vakuola merupakan organel sel berupa
kantung bermembran ganda. Vakuola yang berukuran kecil disebut vesikel. Vakuola
memiki struktur dan fungsi yang bervariasi dan dapat ditemukan pada sel
tumbuhan dan sel hewan. Pada sel tumbuhan, vakuola
berukuran besar dengan jumlah sedikit dan mengisi
hingga 90% volume sel. Vakuola dibungkus oleh tonoplas, yaitu membran tunggal
yang mengatur pertukaran materi antara sitoplasma dengan cairan
didalamnya. Vakuola pada tumbuhan berfungsi
untuk menyimpan zat-zat makanan, zat sisa metabolisme yang berbahaya bagi sel,
serta menjaga tekanan internal air (tekanan turgor) sel.
Pada beberapa protista (protozoa)
dan spons, vakuola bersifat spesifik. Vakuola dapat berupa vakuola kontraktil
dan vakuola makanan. Vakuola kontraktil berguna untuk
mengatur tekanan osmosis cairan sel, sedangkan vakuola makanan berguna untuk
menyimpan atau mencerna makanan.
DAFTAR PUSTAKA
Biologi Kelas IX ( BSE ) karangan Purnomo, Sudjino,
Trijoko, Suwarni hadisusanto, (2010), "Sejarah Penemuan Sel" .
http://amintabin.blogspot.com/2010/01/sejarah-sel.html,
tanggal diambil 8 oktober 2012.
Amien,
M. P. & S. Maryam. 2003. Biologi 2 Untuk SMA Kelas XI: Menyongsong
Kurikulum 200. Balai Pustaka: Jakarta, tanggal diambil 11 oktober 2012.

0 komentar:
Posting Komentar