BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Kata Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, yaitu
arthros artinya ruas atau buku atau sendi dan podos artinya kaki. Jadi,
Arthropoda adalah hewan yang kakinya beruas-ruas. Di dunia ini sebagian besar
hewan yang tersebar di atas bumi adalah anggota phylum Arthropoda.
Tubuh Arthropoda beruas-ruas, dan terbagi atas caput
atau kepala, thorax atau dada, dan abdomen atau perut. Memiliki eksoskeleton
(rangka luar) yang tersusun atas zat kitin. Sistem peredaran darah terbuka,
dalam darah tidak mengandung hemoglobin, sehingga darah hanya berfungsi
mengedarkan sari-sari makanan dan oksigen diedarkan melalui sistem trakea.
Arthropoda ada yang bernapas dengan trakea, insang, paru-paru buku, dan difusi
melalui seluruh permukaan tubuh.
Alat ekskresi berupa badan malphigi dan nefridia.
Reproduksi secara seksual dengan peleburan gamet jantan (sperma) dan gamet
betina (ovum). Memiliki simetri tubuh bilateral, yaitu apabila dibelah dari
satu sumbu hanya menghasilkan sisi
kanan dan sisi kiri.
kanan dan sisi kiri.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas
maka rumusan masalah yang akan di bahas adalah:
1. Apakah Arthropoda itu?
2. Apa saja kelas-kelas Arthropoda?
3. Apa saja peran Arthropoda bagi manusia?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui apa itu Arthropoda
2. Untuk Memgetahui apa saja kelas
Arthropoda
3. Untuk mengetahui apa saja peran
Arthropoda bagi manusia
BAB II
PEMBAHASAN
ARTHROPODA
Kata Arthropoda
berasal dari bahasa Yunani, yaitu arthros artinya ruas atau buku atau sendi dan
podos artinya kaki. Jadi, Arthropoda adalah hewan yang kakinya beruas-ruas. Di
dunia ini sebagian besar hewan yang tersebar di atas bumi adalah anggota phylum
Arthropoda.
Arthropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan dan hewan sejenis lainnya.
Arthropoda adalah nama lain hewan berbuku-buku. Arthropoda biasa
ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai
bentuk simbiosis dan parasit.
Karakteristik yang membedakan
artropoda dengan filum yang lain yaitu : Tubuh bersegmen, segmen biasanya
bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen
berpasangan (Asal penamaan Arthropoda), simetri bilateral, eksoskeleton
berkitin. Secara berkala mengalir dan diperbaharui sebagai pertumbuhan hewan,
kanal alimentari seperti pipa dengan mulut dan anus, sistem sirkulasi terbuka,
hanya pembuluh darah yang biasanya berwujud sebuah struktur dorsal seperti pipa
menuju kanal alimentar dengan bukan lateral di daerah abdomen, rongga tubuh;
sebuah rongga darah atau hemosol dan selom tereduksi.
Sistem syaraf terdiri atas sebuah
ganglion anterior atau otak yang berlokasi di atas kanal alimentari, sepasang
penghubung yang menyalurkan dari otak ke sekitar kanal alimentari dan tali
syaraf ganglion yang berlokasi di bawah kanal alimentari, ekskresi biasanya oleh tubulus
malphigi. Tabung kosong yang masuk kanal alimentari dan material hasil ekskresi
melintas keluar lewat anus, respirasi dengan insang atau trakhea dan spirakel,
tidak ada silia atau nefridia. Sistem saraf anthropoda seperti pada
annellida, terdapat bagian ventral tubuh berbentuk seperti tangga tali.
a.
Ciri tubuh
Ciri tubuh Arthropoda meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan
fungsi tubuh.
b. Ukuran
dan bentuk tubuh
Ukuran tubuh Arthropoda sangat
beragam, beberapa diantaranya memiliki panjang lebih dari 60 cm., namun
kebanyakan berukuran kecil. Begitu pula dengan bentuk Arthropoda
pun beragam.
c. Struktur tubuh
Tubuh Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariasi.Pada tiap segmen tubuh
tersebut terdapat sepasang kaki yang beruas. Segmen bergabung membentuk bagian tubuh, yaitu Kaput (kepala), toraks (dada),
dan abdomen (perut).
Ciri lain dari Arthropoda adalah
adanya kutikula keras yang membentuk rangka luar (eksoskeleton).Eksoskeleton
tersusun dari kitin yang di sekresikan oleh sel kulit. Eksoskeleton melekat pada kulit
membentuk perlindungan tubuh yang kuat.
Eksoskeleton terdiri dari
lempengan-lempengan yang dihubungkan oleh ligamen yang fleksibel dan lunak. Eksoskeleton tidak dapat membesar
mengikuti pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, tahap pertumbuhan
Arthropoda selalu diikuti dengan pengelupasan eksoskeleton lama dan pembentukan
eksoskeleton baru. Tahap pelepasan eksoskeleton disebut dengan molting atau
ekdisis. Hewan yang biasanya melakukan ekdisis misalnya kepiting,
udang, dan laba-laba.
Sistem saraf Arthropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang sisi ventral tubuhnya.
Sistem saraf Arthropoda berupa sistem saraf tangga tali berjumlah sepasang yang berada di sepanjang sisi ventral tubuhnya.
Pada berbagai tempat di segmen
tubuh, ada pembesaran saraf tangga tali yang disebut ganglia. Ganglia berfungsi sebagai pusat
refleks dan pengendalian berbagai kegiatan.Ganglia bagian anterior yang lebih
besar berfungsi sebagai otak.
Sistem pencernaan Arthropoda terdiri
dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Mulutnya dilengkapi dengan berbagai alat tambahan
yang beragam, misalnya mandibula dan maksila pada belalang.
Arthropoda bernapas dengan insang,
trakea, atau paru-paru buku. Sisa metabolisme berupa cairan
dikeluarkan oleh organ ekskresi yang disebut saluran/tubula Malpighi, kelenjar
ekskresi, atau keduanya. Sistem sirkulasi Arthropoda bersifat
terbuka. Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah
pendek, dan ruang disekitar organ tubuh yang disebut sinus atau hemosol. Darah Arthropoda disebut juga
hemolimfa.
d.
Cara hidup dan habitat
Cara hidup Arthropoda sangat
beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal, atau simbiotik. Dilingkungan kita, sering dijumpai
kelompok hewan ini, misalnya nyamuk, lalat, semut, kupu-kupu, capung, belalang,
dan lebah.
Habitat penyebaran Arthropoda sangat
luas. Ada yang di laut, periran tawar, gurun pasir, dan padang
rumput.
e.
Reproduksi
Sistem reproduksi Arthropoda umumnya
terjadi secara seksual. Namun ada juga yang secara aseksual,
yaitu dengan partenogenesis.
Partenogenesis adalah pembentukan
individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan). Individu yang dihasilkan bersifat
steril. Organ reproduksi jantan dan betina pada Arthropoda terpisah,
masing-masing menghasilkan gamet pada individu yang berbeda sehingga bersifat
dioseus (berumah dua). Hasil fertilisasi berupa telur.
f.
Klasifikasi
Arthropoda diklasifikasikan menjadi
20 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki. Berikut ini akan diuraikan empat
kelas diantaranya yang paling umum, yaitu Kelas Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea,
dan Insecta.
1.
Kelas Arachnoidea
laba-laba
Kerajaan:Animalia
Filum:Arthropoda
Kelas:Arachnida
Ordo: Araneae
Filum:Arthropoda
Kelas:Arachnida
Ordo: Araneae
Arachnoidea (dalam bahasa yunani,
arachno = laba-laba) disebut juga kelompok laba-laba, meskipun anggotanya bukan
laba-laba saja. Kala jengking adalah salah satu contoh
kelas Arachnoidea yang jumlahnya sekitar 32 spesies. Ukuran tubuh Arachnoidea bervariasi, ada yang panjangnya lebih kecil dari
0,5 mm sampai 9 cm. Arachnoidea merupakan hewan terestrial (darat) yang hidup
secara bebas maupun parasit. Arachnoidea yang hidup bebas
bersifat karnivora.
Arachnoidea dibedakan menjadi tiga
ordo, yaitu Scorpionida, Arachnida, dan Acarina. Scorpionida memiliki alat penyengat
beracun pada segmen abdomen terakhir, contoh hewan ini adalah kalajengking (Uroctonus mordax) dan ketunggeng ( Buthus after). Pada Arachnida, abdomen tidak
bersegmen dan memiliki kelenjar beracun pada kaliseranya (alat sengat), contoh
hewan ini adalah Laba-laba serigala (Pardosa
amenata), laba-laba kemlandingan (Nephila
maculata). Acarina memiliki tubuh yang sangat kecil,
contohnya adalah caplak atau tungau (Acarina
sp.).
Berikut adalah ciri-ciri dari salah
satu hewan Arachnoidea yang sering kita jumpai, yaitu laba-laba. Tubuhnya terdiri dari dua bagian,
yaitu sefalotoraks (kepala-dada) pada bagian anterior dan abdomen pada bagian posterior. Sefalotoraks adalah penyatuan tubuh bagian sefal atau kaput (kepala) dan bagian
toraks (dada). Pada sefalotoraks terdapat sepasang kalisera (alat sengat),
sepasang pedipalpus (capit),
dan enam pasang kaki untuk berjalan. Kalisera dan pedipalpus merupakan
alat tambahan pada mulut.
Pada bagian abdomen (opistosoma)
laba-laba terdiri dari mesosoma dan metasoma. Pada bagian posterior abdomen
terdapat spineret yang merupakan organ berbentuk kerucut dan dapat berputar
bebas. Didalam spineret terdapat banyak spigot yang
merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus atau kelenjar benang
abdomen. Kelenjar benang halus mensekresikan cairan yang mengandung
protein elastik. Protein elastik tersebut akan mengeras di udara membentuk benang halus yang digunakan
untuk menjebak mangsa.
Laba-laba bernapas dengan paru-paru
buku atau trakea. Paru-paru buku adalah organ respirasi
berlapis banyak seperti buku dan terletak pada bagian abdomen. Ekskresi
laba-laba dilakukan dengan tubula (
tunggal = tubulus ) Malpighi. Tubula Malpighi merupakan tabung kecil panjang dan buntu dan organ ini terletak di dalam hemosol yang bermuara ke dalam usus. Selain Tubula Malpighi, ekskresi lainnya
dilakukan dengan kelenjar koksal. Kelenjar koksal merupakan kelenjar ekskretori
buntu yang bermuara pada daerah koksa (segmen pada kaki insecta) .
2.
Kelas Myriapoda
Myriapoda (dalam bahasa yunani,
myria = banyak, podos = kaki) merupakan hewan berkaki banyak. Hewan kaki seribu adalah salah
satunya yang terkadang kita lihat di lingkungan sekitar kita. Myriapoda hidup di darat pada tempat
lembap, misalnya di bawah daun, batu, atau tumpukan kayu. Bagian tubuh Myriapoda sulit
dibedakan antara toraks dan abdomen.Tubuhnya memanjang seperti cacing.
Pada kaput terdapat antena, mulut, dan satu pasang mandibula (rahang
bawah), dua pasang maksila (rahang atas), dan mata yang berbentuk oseli (mata
tunggal). Tubunya bersegmen dengan satu hingga dua pasang anggota
badan pada tiap segmennya. Setiap segmen terdapat lubang
respirasi yang disebut spirakel yang menuju ke trakea. Ekskresinya dengan tubula malpighi. Myriapoda bersifat dioseus dan
melakukan repsroduksi seksual secara internal.
Myriapoda dibedakan menjadi dua
ordo, yaitu Chilopoda dan Diplopoda.
a.
Ordo chiplopoda
Kelabang
Kerajaan:Animalia
Filum:Arthropoda
Upafilum:Myriapoda
Kelas: Chilopoda
Filum:Arthropoda
Upafilum:Myriapoda
Kelas: Chilopoda
Kelompok hewan ini dikenal sebagai
kelabang. Tubuhnya memanjang dan agak pipih.Pada kepalanya terdapat
antena dan mulut dengan sepasang mandibula dan dua pasang maksila. Pada tiap segmen tubuhnya terdapat
kaki dan sepasang spirakel. Pasangan pertama kaki termodifikasi
menjadi alat beracun. Alat penyengat digunakan unutk
menyengat musuh atau pengganggunya.
Sengatannya menimbulkan bengkak dan
rasa sakit. Contoh hewan ini adalah kelabang (scutigera sp.).
b.
Ordo Diplopoda
Hewan pada ordo ini dikenal dengan
kaki seribu, meskipun jumlah kakinya bukan berjumlah seribu. Ada yang menyebutkan nama lain
seperti keluwing. Tubuhnya bulat panjang. Mulutnya terdiri dari dua pasang
maksila dan bibir bawah. Pada tiap segmen tubuhnya terdapat
dua pasang kaki dan dua pasang spirakel. Diplopoda tidak memiliki cakar
beracun karenanya hewan ini bersifat hebivora atau pemakan sisa organisme. Gerakkan hewan ini lambat dengan
kaki yang bergerak seperti gelombang. Bila terganggu hewan ini akan
menggulungkan tubuhnya dan pura-pura mati. Contoh hewan ini adalah kaki seribu(lulus sp.).
3.
Kelas Crustacea
Crustacea
(dalam bahasa latinnya, crusta = kulit) memiliki kulit yang keras. Udang, lobster, dan kepiting adalah
contoh kelompok ini.
Umumnya hewan Crustacea merupakan hewan akuatik, meskipun ada yang hidup di darat. Crustacea dibedakan menjadi dua subkelas berdasarkan ukuran tubuhnya, yaitu Entomostraca dan Malacostraca.
Umumnya hewan Crustacea merupakan hewan akuatik, meskipun ada yang hidup di darat. Crustacea dibedakan menjadi dua subkelas berdasarkan ukuran tubuhnya, yaitu Entomostraca dan Malacostraca.
a.
Ordo Entomostraca
Entomostraca adalah crustacea yang
berukuran mikroskopik, hidup sebagai zooplankton atau bentos di perairan, dan
juga ada yang sebagai parasit. Contoh hewan ini adalah Daphnia,
Cypris virens, dan Cyclops sp.
b.
Ordo Malacostraca
Lobster
Kingdom :
|
|
Phylum :
|
|
Subphylum:
|
|
Class :
|
|
Order :
|
|
Suborder:
|
|
Infraorder :
|
|
Superfamily:
|
|
Family :
|
|
Genus :
|
Cherax
quadricarinatus
|
Malacostraca adalah crustacea yang
berukuran lebih besar dari pada entomostraca.Hewan yang termasuk kelompok ini
adalah Udang, lobster, dan kepiting.Berikut akan dibahas sedikit mengenai urain
hewan kelompok satu ini.
Udang memiliki ekssoskeleton yang
keras untuk melindungi tubuhnya.Tubuhnya terdiri dari dua bagian, yaitu kaput
dan toraks yang menyatu membentuk sefalotoraks, serta abdomen.Dibagian
sefalotoraks dilindungi oleh eksoskeleton yang keras berupa karapaks.Karapaks
memiliki duri di ujung anterior yang disebut rostrum.Di dekat rostrum terdapar
mata faset ( majemuk) yang bertangkai.Pada kaput sefalotoraks merupakan
penyatuan lima segmen.Dibagian kaput terdapat sepasang antenula, sepasang
antena, dan tiga pasang bagian mulut.Antenula berfungsi sebagai alat peraba,
sedangkan antena sebagai alat keseimbangan tubuh.Tiga pasang mulut terdiri dari
sepasang mandibula dan dua pasang maksila.
Pada bagian toraks terdiri dari delapan
segmen, terdapat tiga pasang maksiliped, sepasang seliped, dan empat pasang
kaki jalan(periopod). Maksiliped tersebut berfungsi sebgai penyaring
makanan.Seliped berfungsi untuk mencari makanan dan melindungi diri dari
musuh.Pada bagian abdomen terdapat lima pasang kaki renang (pleopod). Pada ujung posterior terdapat telson
dan sepasang alat kemudi untuk berenang (urupod).
Pada udang jantan, pasangan pleopod
1 dan 2 bersatu menjadi gonopod.Gonopod berfungsi sebagai penyalur sperma saat
kopulasi. Sedangkan pada wanita berfungsi untuk melekatkan telur dan
membawa anaknya. Saluran pencernaan udang terdiri dari mulut, esofagus,
lambung, usus, dan anus. Mulut dan esofagus terletak di
bagian bawah sefalotoraks. Lambung ( terletak di sefalotoraks )
dan usus ( terletak di abdomen ) berada disepanjang bagian dorsal tubuh. Hati yang merupakan kelanjar
pencernaan terletak di bagian toraks dan abdomen.makanan udang berupa berudu,
larva, serangga, dan ikan-ikan kecil. Sisa metabolisme dikeluarkan melalui
alat kelenjar hijau yang terletak di kepalanya. Pernapasan dilakukan dengan insang
yang terdapat di bagian ventral tubuhnya dekat kaki.Sistem peredaran darah
terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan sinus yang rongganya berdinding
tipis. Organ kelamin bersifat dioseus.
4.
Kelas Insecta
Kupu-kupu
Kerajaan:
|
|
Divisi:
|
|
Filum:
|
|
Kelas:
|
|
Ordo:
|
Lepidoptera
|
Suku
- Superfamily
Hesperioidea:
- Hesperiidae anggi
- Superfamily
Papilionoidea:
Insecta (dalam bahasa latin, insecti
= serangga).Banyak anggota hewan ini sering kita jumpai disekitar kita,
misalnya kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, semut, capung, jangkrik, belalang,dan
lebah.Ciri khususnya adalah kakinya yang berjumlah enam buah. Karena itu pula sering juga disebut hexapoda.
Insecta dapat hidup di berbagai
habitat, yaitu air tawar, laut dan darat.Hewan ini merupakan satu-satunya
kelompok invertebrata yang dapat terbang.Insecta ada yang hidup bebas dan ada
yang sebagai parasit. Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga
bagian, yaitu kaput, toraks, dan abdomen. Kaput memiliki organ yang berkembang
baik, yaitu adanya sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal
(oseli).Insecta memiliki organ perasa disebut palpus.
Insecta yang memiliki sayap pada segmen kedua dan ketiga.Bagian abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh.
Insecta yang memiliki sayap pada segmen kedua dan ketiga.Bagian abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh.
Pada abdomennya terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju
tabung trakea.Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta.Pada abdomen juga
terdapat tubula malpighi, yaitu alt ekskresi yang melekat pada posterior
saluran pencernaan. Sistem sirkulasinya terbuka. Organ kelaminnya dioseus.
a.
Perkembangan Insecta dibedakan
menjadi tiga :
Pertama Ametabola adalah perkembangan
yang hanya berupa pertambahan ukuran saja tanpa perubahan wujud. Contohnya kutu
buku (lepisma saccharina)
Kedua Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap. Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan tersebut.
Kedua Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap. Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan tersebut.
Insecta muda disebut nimfa. Ringkasan
skemanya adalah telur – nimfa (larva) – dewasa (imago). Contoh Insecta ini adalah belalang,
kecoa (periplaneta americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang sangit
(leptocorisa acuta).
Ketiga Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan perubahan wujud yang sanagt berbeda (sempurna).
Ketiga Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan perubahan wujud yang sanagt berbeda (sempurna).
Tahapnya adalah sebagai berikut ;
telur – larva – pupa – dewasa.Larvanya berbentuk ulat tumbuh dan mengalami
ekdisis beberapa kali.
Setalah itu larva menghasilkan pelindung keras disekuur tubuhnya untuk membentuk pupa..Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena, sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur Insecta dewasa.Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa.Contoh Insecta ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.
Setalah itu larva menghasilkan pelindung keras disekuur tubuhnya untuk membentuk pupa..Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena, sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur Insecta dewasa.Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa.Contoh Insecta ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.
b.
Berdasarkan sayap,Insecta dibedakan
menjadi dua sub-kelas :
Pertama Apterigota (tidak bersayap),
tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0,5 cm dan memiliki antena panjang. Umumnya berkembang secara
ametabola.Contoh hewan kelas ini adalah kutu buku.
Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota.
Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota.
Eksopterigota dibedakan menjadi
beberapa ordo bedasarkan tipe sayap, mulut, dan
metamorfosisnya
:
- Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit.Misalnya kecoa, jangkrik, dan gansir
- Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang.Contohnya walang sangit (leptocorisa acuta) dan kutu busuk (cymex rotundus)
- Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang. Contohnya wereng coklat (Nilaparvata lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus humanus)
- Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala.Contohnya capung (pantala).
- Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit.Misalnya kecoa, jangkrik, dan gansir
- Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang.Contohnya walang sangit (leptocorisa acuta) dan kutu busuk (cymex rotundus)
- Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang. Contohnya wereng coklat (Nilaparvata lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus humanus)
- Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala.Contohnya capung (pantala).
Endopterigota dibedakan menjadi :
- Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan tebal.Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta diminica)
- Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan sayap depan lebih besar daripada sayap belakang.
Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina), semut hitam (Monomorium sp.), lebah madu (Apis indica), dan tawon (Xylocopa latipes)
- Diptera hanya memiliki sepasang sayap. Misalnya nyamuk (culex sp.), nyamuk malaria (Anopheles sp), nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti), lalat rumah (Musca domestica), lalat buah (Drosophila melanogaster), dan lalat tse-tse (Glossina palpalis)
- Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut mengisap.Misalnya kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang (Acherontia atropos)
- Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan tebal.Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta diminica)
- Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan sayap depan lebih besar daripada sayap belakang.
Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina), semut hitam (Monomorium sp.), lebah madu (Apis indica), dan tawon (Xylocopa latipes)
- Diptera hanya memiliki sepasang sayap. Misalnya nyamuk (culex sp.), nyamuk malaria (Anopheles sp), nyamuk demam berdarah (Aedes Aegypti), lalat rumah (Musca domestica), lalat buah (Drosophila melanogaster), dan lalat tse-tse (Glossina palpalis)
- Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut mengisap.Misalnya kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang (Acherontia atropos)
Peran Arthropoda bagi manusia
kepiting
Berbagai jenis Arthropoda memberikan
keuntungan dan kerugian bagi manusia.Peran arthropoda yang menguntungkan
manusia misalnya dibidang pangan dan sandang yaitu sebagai berikut :
-Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi.Misalnya Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting (scylla serrata), dan udang karang (panulirus versicolor)
-Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica)
-Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori)
-Sumber makanan yang mengandung protein hewani tinggi.Misalnya Udang windu (Panaeus monodon), rajingan (portunus pelagicus), kepiting (scylla serrata), dan udang karang (panulirus versicolor)
-Penghasil madu, yaitu lebah madu (Apis indica)
-Bahan industri kain sutera, yaitu pupa kupu-kupu sutera (Bombyx mori)
Sementara yang merugikan manusia anatara lain :
-Vektor perantara penyakit bagi manusia.Misalnya nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur, dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus.
-Menimbulkan gangguan pada manusia. Misalnya caplak penyebab kudis, kutu kepala, dan kutu busuk
-Hama tanaman pangan dan industri. Contohnya wereng coklat dan kumbang tanduk
-Perusak makanan.Contohnya kutu gabah
-Vektor perantara penyakit bagi manusia.Misalnya nyamuk malaria, nyamuk demam berdarah, lalat tsetse sebagai vektor penyakit tidur, dan lalat rumah sebagai vektor penyakit tifus.
-Menimbulkan gangguan pada manusia. Misalnya caplak penyebab kudis, kutu kepala, dan kutu busuk
-Hama tanaman pangan dan industri. Contohnya wereng coklat dan kumbang tanduk
-Perusak makanan.Contohnya kutu gabah
-Perusak produk berbahan baku alam. Contohnya rayap dan kutu buku
BAB III
KESIMPULAN
1.
Ciri utama
hewsan yang termasuk dalam filum ini adalah kaki yang tersusun atas ruas-ruas.
Jumlah anggota filum ini adalah terbanyak dibandingkan dengan filum lainnya
lebih dari 800.000 spesies, contoh anggota filum ini antara lain kepiting,
udang, serangga, laba-laba, kalajengking, kelabang, dan kaki seribu, serta
spesies jenis lain yang dikenal hanya berdasarkan bfosil.
2.
Tubuh
Arthropoda bersegmen dengan jumlah segmen yang bervariadi. Pada tiap segmen
tubuh terseburt terdapat sepasang kaki yang beruas. Segmen bergabung membentuk
bagian tubuh , yaitu Kaput (kepala), toraks (dada), dan abdomen (perut). Ciri
lain dari Arthropoda adalah adanya kutikula keras yang membentukrangka luar
(eksoskeleton). Kesoskeleton tersusun dari kitin yang di sekresikan oleh sel
kulit.
3.
Arthropoda
dibagi menjadi empat sub-filum, yaitu Trilobita, Chelicerata, Onychopora, dan
Mandibulata.
SARAN
1. Arthropoda
sangat berguna bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, kita
tidak diharapkan menumpas atau berburu secara berlebihan apalagi buntuk
kepentingan sendiri.
2.
Disarankan bagi
kita semua turut menjaga keseimbangan ekosistem dengan tidak merusak salah satu
anggota dari ekosistem
kehidupan,
Arthropoda.
DAFTAR PUSTAKA
0 komentar:
Posting Komentar