BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Teori
evolusi terus berkembang, khususnya sejak Edwin Hubble pada 1929 dengan
menggunakan efek Dopler menyatakan ide Big Bang, yang terjadi 14 milliar tahun
lalu, dan diperkuat oleh Arno Penzias dan Robert Wilson pada 1965 yang secara
kebetulan menemukan sinyal microwave di alam semesta yang intinya: memperkuat
teori big bang, sekaligus evolusi.
Evolusi
(dalam kajian biologi) berarti
perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme
dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini disebabkan
oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat
yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan
suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika
organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru.
Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen
antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara
seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika,
yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika
perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu
populasi.