PENDAHULUAN
Pada
hampir semua mahluk hidup suatu generasi baru dimulai dari suatu telur yang
telah difertilisasi (dibuahi), atau zigot yaitu suatu sel
hasil penggabungan dari sel induk betina dan sel induk jantan, dimana
masing-masing induk berperan dalam menentukan sifat-sifat individu baru yakni
dalam hal ukuran, bentuk, perlengkapan fisiologis dan pola perilakunya. Pada
proses perkembangan manusia melalui berbagai tahap yang dimulai dari
gametogenesis pada masing-masing induk, dimana induk jantan mengalami
spermatogenesis (proses pembentukan sperma), dan induk betina mengalami oogenesis
( proses pembentukan ovum). Setelah terjadi vertilisasi (proses peleburan
dua gamet sehingga terbentuk individu dengan sifat genetik yang berasal dari
kedua induknya) maka akan terbentuk zigot. Zigot akan mulai membentuk suatu organisme
yang multiseluler yang dilakukan dengan proses-proses pembelahan. Pembelahan
awal yang terjadi disebut sebagai blastulasi dimana sel yang merupakan
hasil fertilisasi antara dua induk mengalami pembelahan menjadi 2, 4,8, 16, 32,
64, 128, 256, dsb.
Setelah
beberapa kali mengalami pembelahan sinkron, embrio kemudian membentuk suatu
bola yang disebut morulla. Setelah embrio menjalani tahap pembelahan dan
pembentukan blastula, embrio akan masuk kedalam suatu tahapan yang paling
kritis selama masa perkembangannya, yaitu stadium grastula. Grastulasi
(proses pembentukan grastula) ditandai dengan perubahan susunan yang sangat
besar dan sangat rapi dari sel-sel embrio. Grastulasi akan menghasilkan suatu
embrio yang mempunyai tiga lapisan lembaga yaitu lapisan endoderm disebelah
dalam, mesoderm disebelah tengah dan ektoderm disebelah luar.
PENGERTIAN
Kata
morula berasal dari bahasa latin yang artinya buah murberi, karena pada fase ini
bentuknya seperti buah murberi.
Morula
merupakan pembelahan sel yang terjadi setelah sel berjumlah 32 sel dan berakhir
bila sel sudah menghasilkan sejumlah blastomer yang berukuran sama akan tetapi
ukurannya lebih kecil. Pada fase ini bentuk sel seperti bola (bulat) akibat
pembelahan sel terus menerus.
Tahap pembelahan 2 sel hingga 32 sel
TAHAPAN DALAM PROSES MORULA
Setelah zigot mencapai tingkat dua sel, ia menjalani
serangkaian pembelahan mitosis, mengakibatkan bertambahnya jumlah sel dengan
cepat. Sel yang menjadi semakin kecil pada
setiap pembelahan dikenal
sebagai blastomer. Dan sampai tingkat delapan sel, sel-selnya membentuk sebuah gumpalan
bersusun longgar. Tetapi setelah pembelahan ketiga, hubungan antar blastomer
semakin rapat, sehingga membentuk sebuah pola sel yang padat yang disatukan
oleh persambungan yang kuat. Proses ini dikenal sebagai pemadatan, memisahkan
sel-sel bagian dalam, yang saling berkomunikasi secara ekstensif dengan gap
junction, dari sel-sel bagian luar. Kira-kira 3 hari setelah pembuahan, sel-sel
embrio yang termampatkan tersebut membelah lagi membentuk morula dengan 16 sel.
Sel-sel bagian dalam morula merupakan massa sel dalam, sedangkan sel-sel
sekitar membentuk massa sel luar. Massa sel dalam akan membentuk
jaringan-jaringan embrio yang sebenarnya, sementara massa sel luar membentuk
trofoblas, yang kemudian ikut membentuk plasenta. Sel tersebut memadat untuk menjadi blastodik kecil yang membentuk dua
lapisan sel. Pada saat ini ukuran sel mulai beragam. Sel membelah secara
melintang dan mulai membentuk formasi lapisan kedua secara samar pada kutup
anima. Stadium morula berakhir apabila pembelahan sel sudah menghasilkan
blastomer. Blastomer kemudian memadat menjadi blastodisk kecil membentuk dua
lapis sel.
HASIL AKHIR
MORULASI
Pada akhir pembelahan akan
dihasilkan dua kelompok sel. Pertama kelompok sel-sel utama (blastoderm), yang
meliputi sel-sel formatik atau gumpalan sel-sel dalam (inner mass
cells),fungsinya membentuk tubuh embrio. Kedua adalah kelompok sel-sel
pelengkap, yang meliputi trophoblast, periblast, dan auxilliary cells.
Fungsinya melindungi dan menghubungkan embrio dengan induk atau lingkungan luas.
Tropoblast melekat pada
dinding uterus. Sel-selnya memperbanyak diri dengan cepat dan memasuki
epitelium uterus pada tahap awal implantasi. Setelah 9 hari,
seluruh blastokista tertahan dalam dinding uterus. Sewaktu
ini berlangsung, sel-sel yang berada disebelah bawah dari masa sel dalam
menyusun diri menjadi suatu lapisan yang disebut endoderm primer yang
akan membentuk saluran pencernaan makanan. Sel-sel sisa dari masa sel
dalam memipih membentuk
suatu keping yaitu keping embrio. Antara keping embrio dan tropoblast yang menutupi timbulnya suatu rongga (rongga amnion) berisi
carian. Dinding
rongga yaitu amnion, menyebar mengelilingi embrio dan dikelilingi bantalan
yaitu cairan amnion.
Gambar proses akhir morula


0 komentar:
Posting Komentar