PENDAHULUAN
Sistem saraf
manusia merupakan jalinan jaringan yang saling berhubungan , sangat khusus dan
kompleks. Sistem saraf ini mengkoordinasikan, mengatur dan mengendalikan
interaksi antara seorang individu dengan lingkungan sekitarnya. Sistem tubuh
yang penting ini juga mengatur aktivitas sebagian besar sistem tubuh lainnya.
Tubuh mampu berfungsi sebagai satu kesatuan yang harmonis karena pengaturan
hubungan saraf diantara berbagai sistem. Fenomena mengenai kesadaran, daya
pikir, bahasa, sensasi dan gerakan semuanya berasal dari sistem ini. Oleh
karena itu, kemampuan untuk memahami, belajar dan berespon terhadap rangsangan
merupakan hasil dari integrasi fungsi sistem saraf, yang memuncak dalam
kepribadian dan perilaku seseorang.
Secara umum, sistem
saraf bertanggung jawab untuk mengkoordinasi respon yang cepat san cermat.
Sinyal - sinyal saraf dalam bentuk potensial aksi secara cepat merambat di
sepanjang serat-serat sel saraf, menyebabkan pelepasan suatu neurotransmitter
di ujung saraf yang akan berdifusi hanya dalam jarak yang sangat dekat ke sel
sasarannya sebelum respon timbul. Respon yang diperantarai oleh sel saraf bukan
hanya cepat, tetapi juga singkat, kerjanya dengan cepat terhenti karena
neurotransmitter dengan cepat disingkirkan dari sasarannya. Hal ini
memungkinkan penghentian respon, pengulangan respon yang berlangsung hampir
dengan segera atau muncul respon alternatif dengan segera, bergantung pada
keadaan (sebagai contoh, perubahan cepat perintah ke kelompok-kelompok otot
yang diperlukan untuk mengkoordinasikan gerakan berjalan). Cara kerja ini
menyebabkan komunikasi saraf berlangsung cepat dan cermat. Jaringan sasaran
saraf bagi system saraf adalah otot-otot dan kelenjar, terutama kelenjar
eksokrin.
PENGERTIAN
Neurulasi berasal dari kata neuro yang berarti saraf.
Neurulasi adalah proses penempatan jaringan yang akan tumbuh menjadi saraf,
jaringan ini berasal dari diferensiasi ectoderm, sehingga disebut ectoderm
neural. Sebagai inducer pada proses neurulasi adalah mesodem notochord
yang terletak di bawah ectoderm neural. Neurulasi dapat juga diartikan
dengan proses awal pembentukan sistem saraf yang melibatkan perubahan sel-sel
ektoderm bakal neural, dimulai dengan pembentukan keping neural (neural
plate), lipatan neural (neural folds) serta penutupan lipatan ini
untuk membentuk neural tube, yang terbenam dalam dinding tubuh dan
berdesiferensiasi menjadi otak dan korda spinalis dan berakhir dengan
terbentuknya bumbung neural. Diduga bahwa perubahan morfologi yang terjadi
selama neurulasi sejalan dengan perubahan kromosom dan pola proteinnya.
Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan morfologi kromosom dan pola
protein.
Pada hakikatnya neuralasi terbagi menjadi
dua jenis beradasarkan bagaimana neural tube terbentuk:
1. Neurulasi primer
Proses ni terjadi pada mamalia dan aves, dimana neural tube terbentuk
akibat adanya proses pelekukan atau invaginasi dari lapisan ectoderm neural
yang diinisiasi oleh nothocord
2. Neurulasi sekunder
Proses neurulasi ini terjadi dengan ditandainya pembentukan neural tube
tanpa adanya pelipatan ectoderm neural, melainkan pemisahan ectoderm neural
dari lapisan ectoderm epidermis, baru kemudian membentuk neural tube. Proses
ini terjadi pada ikan.
Ektoderm adalah lapisan yang paling atas dan akan membentuk
sistem saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang,
kulit serta rambut.
TAHAPAN/PROSES
Berdasarkan perkembangannya, proses neurulasi dibaga
menjadi bebErapa tahapan.
1. Pembentukan neural plate
Setelah fase gastrulasi selesai maka berlanjutlah pada
fase neurulasi. Pada tahap awal Notochord ( sumbu primitif embrio dan bakal
tempat vertebral column ) menginduksi ektoderm di atasnya. Sel-sel ectoderm
berubah menjadi panjang dan tebal daripada sel disekitarnya atau disebut juga
dengan poliferasi menjadi lempeng saraf (neural plate). Pembentukan ini terleak
pada bagian dorsal embrio tepatnya di daerah kutub animal.
2. Pembentukan neural fold
Setelah neural plate terbentuk, maka akan diikuti
dengan penebalan bagian neural plate itu sendiri. Karena pertumbuhan dan
perbanyakan sel ectoderm epidermis lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan
ectoedrm neural, mengakibatkan lapisan neural plate menjadi tertekan dan
mangalami pelekukan ke bagian dalam (invaginasi) . Bagian Pelekukan inilah yang
disebut sebagai neural fold.
3. Pembentukan neural groove
Terbentuknya neural fold atau lebih sederhananya
adalah pematang neural yang merupakan lipatan dari kedua sisi lempeng neural
secara bersamaa akan diiringi dengan terbentuknya neural groove, atau parit
neural. Yaitu bagian paling dasar dari lipatan ectoderm neural itu sendiri
4. Pembentukan neural tube
Karena pertumbuhan ectoderm epidermis lebih cepat,
maka akan semakin mendorong lipatan neural yang telah terbentuk, mengakibatkan
fusi anatara neural fold bagian kanan serta neural fold pada bagian kiri. Pada
akhirnya terbentuk tabung/bumbung saraf (neural tube) dengan lubangnya yang
disebut neural canal atau neurocoel.
Pada perkembngan selanjutnya, neural tube akan menjadi organ beirkut ini.
a. Otak dan sumsum tulang belakang.
b. Saraf tepi otak dan tulang belakang.
c. Bagian persarafan indra seperti mata, hidung dan
kulit.
d. Chromatophore kulit dan alat-alat tubuh yang
berpigmen.
Saat awal terbentuknya, neural tube akan memiliki dua ujung yang belum
menutup, yang dinamakan neurophore.
a. Neurophore anterior, yang akan membentuk otak dan
bagian-bagiannya.
b. Neurophore
posterior, yang akan membentuk fleksura atau lipatan yang terdapat dalam otak,
dan berperan dalam menentukan daerah-daerah otak.
5. Terbentuknya Neural crest
Pada awal terbentuknya terbentuknya neural tube,
bagain dorsal tube yang dekat denagn kutub animal, masih menempel pada sel sel
ectoderm epidermis. Pada bagian yang menempel tersebut terdapat sel-sel
ectoderm neural yang tidak ikut serta membentuk neural tube, sel inilah yang
dimaksud dengan neural crest. Saat pembentukan tabung saraf (neural tube),
sel-sel neural crest akan terpisah dan akan bermigrasi jauh dari ectoderm
neural. Neural crest akan menjadi lokasi yang dituju kemudian berdiferensiasi
menjadi sel-sel ganglia spinalis dan otot otonom,dan sebagainya. Mesensim yang
berasal dari neural crest disebut ektomesensim.
HASIL AKHIR
Selama minggu kelima, tingkat pertumbuhan yang berbeda
menimbulkan banyak lekukan pada tabung neural, sehingga dihasilkan tiga daerah
otak : otak depan, otak tengah dan otak belakang. Otak depan berkembang menjadi
mata (saraf kranial II) dan hemisfer otak. Perkembangan semua daerah korteks
serebri terus berlanjut sepanjang masa kehidupan janin dan masa kanak-kanak.
Sistem olfaktorius dan thalamus juga berkembang dari otak depan. Saraf kranial
III dan IV (occulomotorius dan trochlearis) terbentuk dari otak tengah. Otak
belakang membentuk medula, spons, serebelum dan saraf kranial lain. Gelombang
otak dapat dicatat melalui elektroensefalogram (EGG) pada minggu ke-8. ΓΌ Medula
spinalis terbentuk dari ujung panjang tabung neural. Pada mudigah, korda
spinalis berjalan sepanjang kolumna vertebralis, tetapi setelah itu korda
spinalis tumbuh lebih lambat. Pada minggu ke-24, korda sinalis memanjang hanya
sampai S1, saat lahir sampai L3 dan pada orang dewasa sampai L1. Mielinisasi
korda spinalis mulai pada pertengahan gestasi dan berlanjut sepajang tahun
pertama kehidupan. Fungsi sinaps sudah cukup berkembang pada minggu ke delapan
sehingga terjadi fleksi leher dan badan. Struktur ektodermal lainnya, yaitu
neural crest, berkembang menjadi sistem saraf perifer.
Sel neural crest yang terlepas dari tepi lateral lipatan neural,
menghasilkan ganglion spinal dan ganglion sistem autonom serta sejumlah sel
jenis lain. Mesoderm paraksial, yang paling dekat dengan notokord dan neural
tube yang sedang berkembang, berdiferensiasi untuk membentuk pasangan blok
jaringan atau somit. Somit pertama muncul pada hari ke-20. Terdapat sekitar 30
pasagan somit pada hari ke-30 yang meningkat menjadi total 44 pasangan. Somit
berdiferensiasi menjadi sklerotom, miotom, dan dermatom yang masing-masing
menghasilkan tulang rangka sumbu, otot rangka dan dermis kulit











0 komentar:
Posting Komentar