Pada mulanya penelitian tentang
sel hanya dilakukan pada sel-sel mati yang diwarnai untuk melihat bagian-bagian
sel yang ada. Baru pada taun 1899 perhatian para ahli beralih untuk mempelajari
sel-sel hidup tentang gerakan-gerakan yang terjadi dalam sel seperti gerak
amoeboid, siklosis, gerakan cilia, gerakan flagella bahkan gerak kontraksi
sel-sel otot dapat diamati pada tingkat seluler. Pada akhir abad XIX, Overton
mengemukakan teori tentang membran sel yaitu bahwa membran sel merupakan
selaput tipis yang terdiri dari bahan lipoid. Michaelis kemudian membuat model
membran sel untuk mempelajari aliran substansi atau bahan-bahan melewati
membran sel. Dengan penemuan ini, berkembang pewarnaan sel pada sel yang masih
hidup dengan memanfaatkan pengetahuan tentang sifat membran sel dalam hal
permeabilitasnya.
Tahun 1909, Harrison dapat
menunjukkan bahwa sel-sel saraf pada embrio dapat bertumbuh dan berkembang
secara invitro. Dengan penemuan ini muncullah era baru dalam penelitian bidang
biologi sel yaitu dengan berkembangnya kultur sel atau kultur jaringan.
Dengan berkembangnya kultur sel/jaringan
maka berkembang pula penelitian dalam biologi sel, baik tentang struktur sel
maupun fungsi sel serta bagian-bagiannya. Perkembangan penelitian di bidang
biologi sel ini juga didukung oleh penemuan-penemuan di bidang ilmu fisika
terutama dengan diketemukannya mikroskop elektron dan juga oleh
penemuan-penemuan dalam hal pewarnaan sel hidup.
Penemuan-penemuan baru di bidang fisiologi sel ini
antara lain ialah ditemukannya struktur/susunan membran sel, sifat-sifat
membran sel, transportasi aktif melalui membran sel, reaksi sel terhadap
rangsang/perubahan lingkungan, dasar mekanisme perangsangan dan kontraksi,
nutrisi sel, pertumbuhan sel, sekresi sel dan aktivitas sel lainnya.
0 komentar:
Posting Komentar