RSS Feed

Senin, Juni 24, 2013

Ketahanan Nasional Dalam Bidang Sosial Budaya

Latar Belakang
Selama hidupnya, manusia senantiasa mempelajari dan melakukan perubahan-perubahan terhadap kebudayaannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan. Hal ini adalah sesuatu yang wajar sebab kebudayaan diciptakan dan diajarkan dari satu generasi  ke generasi berikutnya untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri, baik secara perorangan maupun berkelompok. Dari kenyataan ini, tidak ada satupun kebudayaan dan perwujudan kebudayaan yang bersifat statis (tidak mengalami perubahan).
Adanya pertukaran unsur-unsur budaya karena globalisasi ini mengakibatkan dampak-dampak yang besar bagi masyarakat. Hal ini merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat menyikapi secara bijaksana. Globalisasi merupakan suatu gejala terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi yang mengikuti sistem nilai dan kaidah yang sama antara masyarakat di seluruh dunia karena adanya kemajuan transportasi dan komunikasi sehingga memperlancar interaksi antar warga dunia.
Selain proses modernisasi dan globalisasi, ada juga proses yang disebut reformasi, proses dimana perbaikan atau penataan ulang terhadap faktor rehabilitasi yang terdapat pada masyarakat. Dengan kemajuan teknologi dan komunikasi yang bisa merubah semuanya untuk lebih baik dan terarah. Dan didasarkan pada perencanaan pada proses disorganisasi, problem, konflik antar kelompok dan hambatan-hambatan terhadap perubahan.
Rumusan Masalah
Dari uraian tersebut, dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1.     Faktor-faktor apa saja yang bisa mempengaruhi perubahan sosial budaya di  masyarakat ?
2.     Bagaimana perubahan sosial budaya terhadap perkembangan masyarakat?
3.     Bagaimana pengaruh modernisasi dan globalisasi terhadap perkembangan tentang pengetahuan dan teknologi ?
Tujuan dan Manfaat
Tujuan : Untuk mengetahui perubahan sosial budaya pada perkembangan masyarakat Indonesia untuk menghadapi modernisasi dan globalisasi dengan mengetahui :
1.        Dampak perubahan sosial budaya pada modernisasi dan globalisasi.
2.        Perkembangan masyarakat dengan adanya kemajuan teknologi.
3.        Manfaat dari modernisasi dan globalisasi di masyarakat.
Manfaat : Untuk kepentingan praktis, yaitu sebagai referensi untuk membantu pengambilan keputusan bagi pembuat kebijakan tentang perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat Indonesia sehingga bisa dilakukan langkah-langkah agar perubahan sosial budaya yang diharapkan bisa dilakukan dan dilaksanakan terutama pada perkembangan masyarakat.
Dan manfaat penulisan makalah ini untuk kepentingan teoritis, yaitu bisa menjadi masukan dalam kajian ilmiah tentang perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat.
Kesimpulan
Dari uraian pembahasan diatas dapat saya simpulkan sebagai berikut :
1.        Globalisasi merupakan suatu tatanan mendunia yang tercipta akibat adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga unsur-unsur budaya suatu kelompok masyarakat bisa dikenal dan diterima oleh kelompok masyarakat lainnya.
2.        Globalisasi diambil dari kata globe, yang berarti bola dunia. Globalisasi merupakan suatu gejala terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi yang mengikuti sistem nilai dan kaidah yang sama antara masyarakat di seluruh dunia karena adanya kemajuan transportasi memperlancar interaksi antar warga dunia.
3.        Pengaruh globalisasi yang memberi nilai-nilai positif wajib kita serap, terutama yang tidak menyebabkan benturan dengan budaya kita, misalnya disiplin, kerja keras, menghargai orang lain, rasa kemanusiaan, demokrasi.
4.        Tidak semuanya pengaruh globalisasi dan modernisasi membawa keburukan tetapi juga ada sisi praktis yang bisa diambil dari itu.
Saran
1.        Filter (penyaring) yang paling mendasar adalah kita kembali kepada ajaran agama. Keimanan dan ketakwaan yang teguh akan menyaring pengaruh kebudayaan barat dan kebudayaan bangsa lain. Hal ini harus dilakukan oleh segenap tokoh agama, masyarakat, pendidik dan para pemimpin.
2.        Dengan penguasaan Iptek,  kita tidak akan tertinggal dari negara-negara maju. Bahkan kita sejajar/sederajat dalam percaturan internasional.
3.        Dengan Iptek akan membawa efisiensi tenaga dan biaya.
4.        Dengan adanya Iptek, kita akan lebih mudah mengoperasikan peralatan.

Ketahanan Nasional Dalam Bidang Sosial Budaya

Kondisi realitas, identitas dan integrasi yang kuat akan menjadi modal dasar dalam menumbuhkan ketahanan individu, itulah ungkapan dari Mufid dalam kegiatan loka karya mengenai Ketahanan Sosial Masyarakat Bali dan Betawi (18 Oktober 2001). Karakteristik individu yang memiliki ketahanan yang kuat inilah yang diperlukan dalam suatu masyarakat yang mendambakan kondisi ketahanan sosial yang tangguh.
Perilaku sederhana yang mampu membentuk dan menciptakan kondisi kebersamaan antar individu dalam lingkungan sosialnya adalah kebudayaan. Kebudayaan merupakan gambaran seluruh cara hidup yang melembaga dalam suatu masyarakat yang manifetasinya tampak dalam tingkah laku dan tingkah laku tersebut dapat dipelajari. Dengan demikian ketahanan sosial yang dibentuk oleh kekuatan kebudayaan tertentu bisa dipelajari dan diupayakan untuk meningkatkan kualitasnya. Ternyata kebudayaan mampu mengikat individu untuk mewujudkan kesatuan dan melakukan aktivitas bersama dalam rangka mempertahankan kehidupannya.

Menurut Koentjaraningrat (1981:63), nilai budaya bangsa Indonesia mengandung empat konsep yaitu :
1.        Manusia itu hidup sendiri di dunia ini, tetapi dikelilingi oleh komunitasnya, masyarakat, dan alam semesta sekitarnya;
2.        Segala aspek kehidupan manusia pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya;
3.        Manusia harus selalu berusaha untuk sedapat mungkin memelihara hubungan baik dengan sesamanya, yang terdorong oleh jiwa sama rata-sama rasa;
4.        Manusia sedapat mungkin untuk bersifat konform, berbuat sama dan bersama dalam komunitasnya, yang terdorong oleh rasa sama tinggi dan sama rendah. Dalam kajian kewiraan, dijelaskan bahwa ketahanan nasional aspek sosial budaya merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yang berisikan keuletan dan ketangguhan menjadi kekuatan dalam mewujudkan ketahanan sosial budaya. Dari ungkapan tersebut menunjukan bahwa "Kondisi ketahanan sosial budaya nasional" akan terwujud jika didukung oleh tingkat ketahanan sosial budaya di setiap daerah menunjukkan kekuatannya yang dinamis dan terpelihara.
Ketahanan Sosial budaya terbentuk karena manusia (termasuk yang dikategorikan Komunitas Adat terpencil) adalah makhluk sosial. Manusia melalui pergaulan, interaksi dan interelasi sosial dapat menemukan keluhuran budaya yang dapat menghasilkan cipta karyanya yang lebih lanjut dikenal sebagai kebudayaan.
Indonesia sebagai negara kesatuan dengan Sosial budayanya-pun beraneka ragam. Keaneka-ragaman suku dan budaya yang kokoh adalah sebagai akar-akardari ketahanan sosial.
Demikian seterusnya, dengan kuat dan kokohnya ketahanan sosial akan menjamin terwujudnya ketahanan nasional.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kokohnya ketahanan sosial budaya :
Suatu ketahanan sosial budaya pada hakekatnya diciptakan dan dibentuk serta dipelihara oleh suatu kelompok masyarakat itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi dipertahankannya ketahan sosial budaya suatu masyarakat adalah:
1.        Struktur Sosial
Struktur sosial atau pengelompokan masyarakat, dilakukan untuk memudahkan pelaksanaan tugas-tugas dalam kemasyarakatan. Pengelompokkan dapat dilakukan berdasarkan status sosial, kedudukan, dan bidang kerjanya. Dari Struktur sosial tersebut, maka fungsi masing-masing dalam mewujudkan ketahan untuk tetap eksisnya suatu masyarakat akan lebih terjamin. Ada dua kajian khusus dalam faktor Struktur tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh Jusdistira Garna ( 1999:54) yang mengarah kepada Struktur dan fungsi masyarakat. Dengan demikian status sosial seseorang bukan hanya akan menempatkan dirinya pada tingkat Struktur tertentu, akan tetapi ia akan mempunyai fungsi tetentu dalam lingkungan masyarakat, yang dalam hal ini berfungsi dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat di mana mereka berada.Begitu pula dengan kedudukan dan bidang kerja anggota sosial masyarakat lainnya akan menentukan pula fungsinya dalam memperkuat ketahanan sosialnya.
1.        Pengawasan Sosial
Pengawasan sosial atau sosial kontrol, merupakan sistem dan prosedur yang mengatur kegiatan dan tindak-tindakan anggota masyarakat.
Dalam praktek kehidupan masyarakat tertentu kontrol sosial ini dijadikan pula sebagai suatu sistem ilmu pengetahuan dan pengalaman teknik empiris yang digunakan sebagai penangkal ATM (Ancaman Tantangan Halangan) pada lingkungan sosialnya. Dalam kondisi tertentu juga bisa digunakan dalam mengontrol sikap dan perilaku anggota masyarakat yang berkaitan dengan aspek kehidupan beragama, idiologi, sitem hukum, yang berlaku/ dianut.
2.        Media sosial
Media sosil atau perantara interelasi antar angggota masyarakat dalam upaya mewujudkan ketahanan sosial bersama yang dilakukan oleh struktur sosial tertentu dalam kondisi yang terintegrasi. Secara faktual media sosial juga dapat dipandang sebagai alat, materiil maupun spritual yang mampu membentuk bahasa dan isyarat dalam rangka komunikasi antar anggota masyarakat.
3.        Standar Sosial
Standar sosial yaitu menunjukan kepada suatu ukuran dalam meneliti, menyeleksi sikap dan cara hidup yang mengandung sistem nilai. Sistem nilai tersebut menyangkut kualitas suatu obyek yang dipandang berguna dalam memanfaatkan cara untuk mencapai tujuan dalam kehidupan bermasyarakat. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama akan dijalankan oleh semua anggota masyarakat menurut struktur dan fungsinya masing- masing dalam rangka membentuk kesatuan kebudayaan tertentu. Tidak menutup kemungkinan faktor- faktor di atas, walaupun kedudukkannya bergeser fungsinya secara ganda menjadi fungsi dasar dalam membentuk kebudayaan.
Sosial Budaya dan Wawasan Kebangsaan Mari Kita Jadikan Sebagai Kekuatan Nasional
Kebudayaan merupakan keseluruhan cara hidup masyarakat yang perwujudannya tampak pada tingkah laku para anggotanya. Kebudayaan tercipta oleh banyak faktor organ biologis manusia, lingkungan alam, lingkungan sejarah, dan lingkungan psikologinya. Masyarakat yang berbudaya membentuk pola budaya disekitar satu atau beberapa fokus budaya. Fokus budaya dapat berupa nilai, misalnya: keagamaan, ekonomi, ideologi dan sebagainya.
Oleh karena itu pengertian Sosial Budaya, dapat dirumuskan sebagai kondisi masyarakat (bangsa) yang mempunyai nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara yang dilandasi dengan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sehingga Ketahanan di bidang Sosial Budaya yang dimaksud adalah menggambarkan kondisi dinamis suatu bangsa (masyarakat) yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangan kekuatan Nasional di dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan baik dari dalam maupun dari luar yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial bangsa dan negara.
Oleh karena itu, dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala daya dan upaya ronrongan, diperlukan Ketahanan Sosial yang meliputi segala bidang ataupun sendi. Faktor-faktor yang mempengaruhi Ketahanan Dibidang Sosial dan Budaya, adalah:
1.          Tradisi,
dimana Tradisi sosial ini pada dasarnya bersifat dinamis, karena itu nilai-nilai serta kaidah-kaidah yang tidak dapat menjawab tantangan , akan lenyap secara wajar. Sangat diperlukan untuk menghindari yang namanya sikap Tradisionalisme, yaitu sikap atau pandangan yang menuju dan mempertahankan peninggalan masa lalu secara berlebihan atau tidak wajar.
2.          Pendidikan,
merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap ketahanan di bidang sosial budaya. Melalui pendidikan masyarakat akan memperoleh kemampuan untuk menilai tradisi yang masih sesuai atau tidak terhadap perkembangan jaman. Pendidikan dalam arti luas ialah usaha untuk mendewasakan manusia agar dapat mengembangkan potensinya serta berperan serta secara penuh dalam menumbuhkan kehidupan sosial sesuai dengan tuntutan zaman.
3.          Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Negara
Untuk membina dan membangun masyarakat modern, diperlukan kepemimpinan nasional yang kuat dan berwibawa, dimana untuk mendukung hal tersebut ditentukan oleh banyak faktor, yaitu: Pribadi (moral, akhlak, semangat, dan akuntabilitas) dari pemimpin-pemimpin Bangsa, komitmen yang kuat dari Pemimpin, tujuan Nasional, Nilai-nilai Sosial Budaya, keadaan Sosial (masyarakat), Sistem Politik dan Ilmu Pengetahuan.
Tujuan Nasional, yang selalu berintikan Falsafah Negara, merupakan unsur Pengarah, Pemersatu, Pemberi Motivasi dan merupakan salah satu Identitas Nasional.
Kepribadian Nasional, merupakan hasil perkembangan Sejarah dan cita-cita bangsa yang dirumuskan sebagai dasar kehidupan bangsa. Kepribadian ini perlu dipupuk, dibina dan dimasyarakatkan pada setiap generasi, karena kepribadian nasional ini merupakan daya tangkal yang sangat strategis untuk menghadapi tantangan dari pengaruh asing, maupun pengaruh dari dalam, seperti Terorisme, dll.

Menu Prajab TNI, POLRI bersama dengan Rakyat Semesta merupakan salah satu fungsi pemerintahan dalam menegakkan Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan hasil perjuangan. Oleh karena itu sangat banyak faktor yang menentukan berhasilnya Ketahanan Nasional kita dibidang HANKAM. Self Confidence (percaya diri sendiri) adalah sikap bangsa yang Merdeka, benar-benar merdeka, dimana ini menunjukkan bahwa Negara tersebut dapat mengurus rumah tangganya sendiri dengan baik, dan tidak tergantung kepada bantuan luar negeri, apalagi di Intervensi oleh Negara lain, dipengaruhi oleh Negara lain. Andaikan pun diperlukan, maka bantuan dari Luar Negeri itu hanyalah bersifat melengkapi (komplementer).
Tidak bergantung pada pihak lain (Self Relience), itulah motto yang harus dapat dipegang oleh Seluruh Masyarakat Indonesia saat ini. Negara kita masih tergolong negara berkembang. Pada umumnya Negara Berkembang merupakan bekas daerah jajahan dan masih dipengaruhi oleh mental Kolonial, dan masih bergantung kepada bekas penjajahnya. Kita ambil contoh mengenai Undang-Undang kita masih banyak dipengaruhi semasa kita dijajah oleh Kolonial Belanda. Ini merupakan suatu bukti bahwa kita belum dapat melepaskan diri dari pengaruh Penjajahan. DPR kita yang direncanakan harus mampu menyusun RUU (Rancangan Undang-Undang) sebanyak 70 RUU, ternyata baru 5 yang selesai, padahal tenggang waktu yang diberikan telah hampir mendekati. Ini adalah salah satu bukti sederhana betapa buruknya kinerja Pemerintah Kita. Ternyata tidak bisa kita buat Negara kita memiliki kondisi yang dinamis, dimana Kinerja yang buruk selama ini tidak bisa kita benahi dengan baik, sehingga kondisi Negara Kesatuan kita bagaikan bom waktu yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan gejolak. Oleh karena itu marilah kita di hari Ulang Tahun Negara Kita yang ke-65 ini dapat kita instrospeksi diri, dimana mata rantai yang putus dari Faktor-faktor Ketahanan Bangsa diatas yang putus, mari kita benahi, mari kita perbaiki Budaya atau kebiasaan Tradisional kita yang buruk yang tidak dapat meningkatkan kinerja maupun meningkatkan produktivitas kerja kita, seperti:
1.        Absen saat bekerja, ini sudah menjadi tradisi bagi anggota DPR, saat Rapat, sangat banyak anggota DPR kita absen, lebih memilih pekerjaan lain. Hal ini terbawa-bawa sejak kecil mungkin, dimana anggota DPR kita banyak yang waktu sekolah Absen, cabut saat sekolah dan banyakan anggota DPR kita memiliki rapor merah sampai sekarang.
2.        Korupsi, hal ini adalah penyakit Tradisional yang sepertinya tidak dapat diberantas, makin diberantas, makin subur Korupsi. Hal ini menandakan bahwa kita tidak sadar bahwa Budaya korupsi ini sudah menjadi Akar yang tidak dapat dibasmi, so bagaimana Implementasi dalam memberantas Korupsi ini, intinya, kesadaran sendiri dari warga negara untuk tidak berbuat korupsi, untuk tidak memberi dan menerima uang korupsi.
3.        Kurang tegasnya Aparatur Negara untuk menerapkan aturan Perundang-Undangan yang diberlakukan, kurangnya Control, Sosialisasi dan Pengawasan terhadap Masyarakat.
Hmmmm, akhir kata, marilah kita di Hari Ulang Tahun ini dan di Masa Puasa Ini mampu berpikir positif dan berbuat apa yang terbaik untuk Negara ini. Merdeka…!!!

POKOK-POKOK KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL
Oleh Tatang JM.
1.1.1            Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional
Manusia sebagai salah satu jenis makhluk Tuhan pertama-tama berusaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya (survival).
Dalam rangka tersebut ia memenuhi keperluan hidupnya dari yang paling pokok sampai yang paling mutakhir, baik bersifat materi maupun kejiwaan.
Untuk keperluan tersebut manusia hidup berkelompok (Home Socius) dan memperkaya diri dengan alat peralatan penolong (home sapiens) serta menghuni suatu wilayah tertentu yang dibinanya dengan kemampuan dan kekuasaan (zoon politicon).
Secara Antropologi-Budaya, manusia merupakan makhluk Tuhan tersempurna karena pada manusia selain kehidupan ia mempunyai kemampuan berfikir (akal) serta keterampilan dan karenanya lahirlah manusia budaya atau manusia berbudaya.
Sebagai manusia budaya ia mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya di dalam usaha mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Kita mengenal hubungan tersebut sebagai berikut :
*         Manusia – Tuhan – Agama / Kepercayaan
*         Manusia – Cita-cita – Ideologi
*         Manusia – Kekuasaan/Kekuatan – Politik
*         Manusia – Pemenuhan Keperluan – Ekonomi
*         Manusia – Penguasaan/Pemanfaatan Alam – Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
*         Manusia – Manusia – Sosial
*         Manusia – Rasa Keindahan – Kesenian (kebudayaan sempit)
*         Manusia – Rasa Aman – Hankam
*         Dan sebagainya.
Perangkat hubungan tadi merupakan bidang kehidulpan manusia budaya atau kebudayaan manusia yang berlangsung di atas bumi dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dan dijangkaunya dengan menggunakan kemampuannya. Manusia bermasyarakat untuk dapat memenuhi keperluannya yaitu kesejahteraan dan keselamatan serta keamanannya.
Oleh karena itu, ketahanan nasional hakekatnya merupakan suatu konsepsi di dalam pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan serta serta keamanan di dalam kehidupan nasional.
Kehidupan nasional tersebut dapat dibagi di dalam beberapa aspek sebagai berikut :
*        Aspek Alamiah (TRIGATRA) yang meliputi :
§   Posisi dan lokasi geografi negara
§   Keadaan dan kekayaan alam
§   Keadaan dan kemampuan penduduk
*        Aspek Sosial / Kemasyarakatan (PANCA GATRA) yang meliputi :
§   Ideologi
§   Politik
§   Ekonomi
§   Sosial – Budaya
§   Militer Hankam
Antara TRIGATRA dan PANCA GATRA itu terdapat hubungan timbal balik yang erat dinamakan hubungan (korelasi) dan ketergantungan (interdependensi). Oleh karena itu, TRI GATRA dan PANCA GATRA merupakan suatu kesatuan yang bulat dan utuh yang dinamakan ASTA GATRA.
1.1.2  Tujuan Ketahanan Nasional
Tujuan Ketahanan Nasional adalah untuk meningkatkan kesejahteraan bersama seluruh manusia dan membina daya kekuatan serta kemampuan sendiri untuk menjamin hari depan negara dan bangsa. Jadi, tujuan Ketahanan Nasional bukanlah untuk menanamkan rasa permusuhan terhadap suatu negara atau kelompok negara tertentu.
Selain itu, Ketahanan Nasional bertujuan mementingkan konsultasi dan saling menghargai di dalam pergaulan hidup serta menjauhi antagonisme dan konfrontasi. Intinya, Ketahanan Nasional diharapkan dapat dipakai di samping konsepsi power politics.
1.1.3  Ketahanan Astra Gatra
a.        Posisi dan Lokasi Geografi Negara
Posisi dan lokasi geografi suatu negara dapat memberikan petunjuk mengenai tempatnya di atas bumi yang memberikan gambaran tentang bentuk ke dalam dan bentuk ke luar.
Ada dua jenis negara yang mempunyai ciri khusus berkenaan dengan lokasinya, yaitu:
1)       Negara dikelilingi daratan (Land locked country)
Lingkungan negara demikian bersifat serba daratan atau sarwa benua. Ciri sarwa benua itu mempengaruhi dan menentukan cara pandang negara yang bersangkutan di segala bidang kehidupan nasionalnya. Contoh : Laos, Swiss, dan Afghanistan.
2)       Negara dikelilingi lautan
§   Negara Kepulauan (Archipelago State)
§   Negara Pulau (Island State)
b.        Keadaan dan Kekayaan Alam
Kekayaan alam suatu negara adalah segala sumber dan potensi alam yang didapatkan di bumi, di laut, dan di udara yang berada di wilayah kekuasaan suatu negara.
Hidup berkembang biak dan mempertahankan diri dengan cara memanfaatkan alam dan kekayaan yang didapat di tanah airnya merupakan naluri dan fungsi utama semua makhluk Tuhan. Setiap bangsa wajib mempersiapkan potensi alamnya sederajat dengan kemampuan bangsa lain, agar bentrokan ekonomi dan budaya di dunia modern ini sejauh mungkin dapat dihindari. Karena itu, di dalam pemanfaatannya tidak dapat dielakkan adanya ketergantungan antar negara di bidang sumber daya alam (International Interdependency of Natural Resources) yang dapat menimbulkan problem hubungan internasional.
c.        Keadaan dan Kemampuan Penduduk
Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah.
Adapun faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :
1)       Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk
Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Segi positif dari pertambahan penduduk ialah pertambahan angkatan kerja (man power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force). Dan dari segi negatifnya ialah apabila pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti dengan usaha peningkatan kualitas penduduk.
2)       Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk
Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi. Fertilitas sangat berpengaruh besar terhadap umur dan jenis penduduk golongan muda yang dapat menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan, perluasan lapangan kerja, dan sebagainya.
3)       Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk
Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pemerintah yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara transmigrasi, pusat-pusat pengembangan (growth centers), pusat-pusat industri, dan sebagainya.
d.        Ketahanan di Bidang Ideologi
Ideologi adalah perangkat prinsip pengarahan (guiding principles) yang dijadikan dasar serta memberikan arah dan tujuan untuk dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.
Ketahanan Nasional di bidang ideologi dapat diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan keteguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi suatu bangsa dan negara.
e.        Ketahanan di Bidang Politik
Politik dalam ilmu pengetahuan senantiasa dihubungkan dengan kekuatan atau kekuatan yang menjadi pusat perhatiannya.
Masalah politik berada di dalam konteks negara, karena kekuasaan di dalam suatu negara berpusat pada pemerintahan negara. Oleh karena itu, perjuangan memperoleh kekuatan dalam pemerintahan terkadang berubah menjadi perjuangan menguasai pemerintah.
Pengertian Ketahanan Nasional di bidang Politik diartikan sebagai “kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik suatu bangsa dan negara”.
Kehidupan politik dapat dibagi menjadi dua sektor, yaitu sektor pemerintah dan sektor masyarakat.
Masyarakat berfungsi sebagai in-put yaitu berwujud pertanyaan keinginan dan tuntutan masyarakat (social demand) sedangkan pemerintah berfungsi sebagai out-put yaitu menentukan kebijaksanaan umum yang bersifat keputusan politik (political decision).
Lima fungsi utama suatu sistem politik yaitu :
*         Mempertahankan pola
*         Mengatur dan menyelesaikan ketegangan atau konflik
*         Penyesuaian
*         Pencapaian tujuan
*         Penyatuan (Integrasi)
f.         Ketahanan di Bidang Ekonomi
Ekonomi adalah segala kegiatan pemerintah dan masyarakat di dalam pengelolaan faktor produksi yaitu bumi, sumber alam, tenaga kerja, modal, teknologi dan management di dalam produksi serta distribusi barang dan jasa demi kesejahteraan rakyat, baik fisik material maupun mental spiritual.
Faktor yang mempengaruhi Ketahanan Nasional di bidang ekonomi berupa tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakikatnya ditujukan kepada faktor produksi dan pengolahannya. Oleh karena itu, pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijakan ekonomi dan pembinaan faktor produksi serta pengolahannya di dalam produksi dan distribusi barang dan jasa baik di dalam negeri maupun dengan luar negeri.
g.        Ketahanan di Bidang Sosial-Budaya
Istilah Sosial-budaya di dalam Ilmu Pengetahuan menunjuk kepada dua segi utama dari kehidupan bersama manusia, yaitu segi kemasyarakatan dan segi kebudayaan.
Setiap masyarakat memiliki 4 unsur penting bagi eksistensinya, yaitu: Struktur Sosial, Pengawasan Sosial, Media Sosial, dan Standar Sosial.

Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional di bidang sosial-budaya :
1.         Tradisi
2.         Kepemimpinan Nasional
3.         Tujuan Nasional
4.         Kepribadian Nasional
h.        Ketahanan di Bidang Pertahanan-Keamanan
Pertahanan keamanan adalah daya upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata sebagai inti dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dalam menegakkan ketahanan nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan perjuangannya. Hal itu dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat dalam seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.
Faktor yang mempengaruhi ketahanan nasional di bidang pertahanan keamanan ialah :
1.         Doktrin
2.         Wawasan Nasional
3.         Sistem Hankam
4.         Geografi
5.         Manusia
6.         Integrasi Angkatan Bersenjata dan Rakyat
7.         Pendidikan Kewiraan
8.         Materiil
9.         Iptek
10.      Manajemen
11.      Pengaruh luar negeri
12.      Kepimpinan
1.1.4            Bentuk dan Hakikat Ketahanan Nasional
Pada hakikatnya ketahanan nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
Untuk dapat memungkinkan berjalannya Pembangunan Nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan yang timbul, maka perlu dipupuk terus menerus Ketahanan Nasional yang meliputi segala aspek kehidupan.
Penyelenggaraan Ketahanan Nasional menggunakan pendekatan kesejahteraan nasional dan keamanan nasional. Kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Ketahanan Nasional adalah kemampuan bangsa menumbuhkan dan menyumbangkan nilai-nilai nasionalnya menjadi kemakmuran sebesar-besarnya yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sedangkan keamanan yang mewujudkan ketahanan nasional adalah kemampuan bangsa melindungi eksistensinya dan nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari dalam maupun dari luar.
Pengaturan dan penyelenggaraan Kesejahteraan Nasional menggunakan tiap-tiap gatra Asta Gatra, demikian pula untuk keamanan nasional. Bergantung kepada sifat-sifat gatranya, maka gatra yang satu mempunyai peranan :
*        Yang sama besar untuk kesejahteraan maupun keamanan
*        Yang lebih besar kepada kesejahteraan daripada keamanan
*        Yang lebih besar kepada keamanan daripada kesejahteraan
Untuk mendapatkan hasil Ketahanan Nasional yang diinginkan, maka harus diusahakan penilaian kualitatif dan kuantitatif atas perwujudan kesejahteraan dan keamanan oleh tiap-tipa gatra.
1.1.5            Sifat-sifat Ketahanan Nasional
1.        Manunggal
Antara Trigatra dan Panca Gatra harus bersatu (integratif). Sifat integratif ini tidak dapat diartikan mencampuradukkan, tetapi integrasi dilaksanakan secara serasi dan selaras.
2.        Mawas ke Dalam
Ketahanan Nasional diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri, karena bertujuan mewujudkan hakikat dan sifat nasionalnya sendiri.
3.        Berkewibawaan
Ketahanan Nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat “Manunggal” tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang harus diperhitungkan oleh pihak lain dan mempunyai daya pencegah (deterent). Makin tinggi tingkat kewibawaan, makin besar daya pencegahnya.
4.        Berubah menurut Waktu
Ketahanan Nasional suatu bangsa tidaklah tetap adanya. Ia dapat meningkat atau menurun dan bergantung pada situasi dan kondisi bangsa itu sendiri.
5.        Tidak membenarkan Sikap dan Kekuasaan dan Adu Kekuatan
Kalau konsep adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekatan fisik, maka ketahanan nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik saja, tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain, seperti kekuatan moral suatu bangsa.
6.        Percaya pada Diri Sendiri (Self Confidence)
Ketahanan Nasional dikembangkan dan ditingkatkan berdasar sikap mental percaya pada diri sendiri.
7.        Tidak Bergantung pada Pihak Lain (Self Relience)
Kebanyakan negara berkembang merupakan bekas daerah jajahan yang masih dipengaruhi mental kolonial dan rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. Sikap mental demikian harus dikikis habis dan sebagai gantinya ditumbuhkan sikap mental yang berkepercayaan pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistik tanpa menjerumuskan diri ke dalam fanatisme dan chauvinisme (nasionalisme yang sempit).



0 komentar: