Latar Belakang
Selama hidupnya, manusia
senantiasa mempelajari dan melakukan perubahan-perubahan terhadap kebudayaannya
sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan. Hal ini adalah sesuatu yang
wajar sebab kebudayaan diciptakan dan diajarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya untuk memenuhi
kebutuhan manusia itu sendiri, baik secara perorangan maupun berkelompok. Dari
kenyataan ini, tidak ada satupun kebudayaan dan perwujudan kebudayaan yang
bersifat statis (tidak mengalami perubahan).
Adanya pertukaran unsur-unsur
budaya karena globalisasi ini mengakibatkan dampak-dampak yang besar bagi
masyarakat. Hal ini merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat
menyikapi secara bijaksana. Globalisasi merupakan suatu gejala terbentuknya
sistem organisasi dan komunikasi yang mengikuti sistem nilai dan kaidah yang
sama antara masyarakat di seluruh dunia karena adanya kemajuan transportasi dan
komunikasi sehingga memperlancar interaksi antar warga dunia.
Selain proses modernisasi dan
globalisasi, ada juga proses yang disebut reformasi, proses dimana perbaikan
atau penataan ulang terhadap faktor rehabilitasi yang terdapat pada masyarakat.
Dengan kemajuan teknologi dan komunikasi yang bisa merubah semuanya untuk lebih
baik dan terarah. Dan didasarkan pada perencanaan pada proses disorganisasi,
problem, konflik antar kelompok dan hambatan-hambatan terhadap perubahan.
Rumusan
Masalah
Dari uraian tersebut, dapat
ditarik rumusan masalah sebagai berikut :
1. Faktor-faktor
apa saja yang bisa mempengaruhi perubahan sosial budaya di masyarakat ?
2. Bagaimana
perubahan sosial budaya terhadap perkembangan masyarakat?
3. Bagaimana
pengaruh modernisasi dan globalisasi terhadap perkembangan tentang pengetahuan
dan teknologi ?
Tujuan
dan Manfaat
Tujuan : Untuk mengetahui perubahan sosial
budaya pada perkembangan masyarakat Indonesia untuk menghadapi modernisasi dan
globalisasi dengan mengetahui :
1.
Dampak perubahan sosial budaya pada
modernisasi dan globalisasi.
2.
Perkembangan masyarakat dengan adanya
kemajuan teknologi.
3.
Manfaat dari modernisasi dan globalisasi di
masyarakat.
Manfaat : Untuk kepentingan praktis, yaitu sebagai
referensi untuk membantu pengambilan keputusan bagi pembuat kebijakan tentang
perubahan sosial budaya yang terjadi pada masyarakat Indonesia sehingga bisa
dilakukan langkah-langkah agar perubahan sosial budaya yang diharapkan bisa
dilakukan dan dilaksanakan terutama pada perkembangan masyarakat.
Dan manfaat penulisan makalah ini
untuk kepentingan teoritis, yaitu bisa menjadi masukan dalam kajian ilmiah
tentang perubahan sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat.
Kesimpulan
Dari uraian pembahasan diatas
dapat saya simpulkan sebagai berikut :
1.
Globalisasi merupakan suatu tatanan mendunia
yang tercipta akibat adanya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga
unsur-unsur budaya suatu kelompok masyarakat bisa dikenal dan diterima oleh
kelompok masyarakat lainnya.
2.
Globalisasi diambil dari kata globe, yang berarti bola dunia. Globalisasi merupakan suatu gejala
terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi yang mengikuti sistem nilai dan
kaidah yang sama antara masyarakat di seluruh dunia karena adanya kemajuan
transportasi memperlancar interaksi antar warga dunia.
3.
Pengaruh globalisasi yang memberi nilai-nilai
positif wajib kita serap, terutama yang tidak menyebabkan benturan dengan
budaya kita, misalnya disiplin, kerja keras, menghargai orang lain, rasa
kemanusiaan, demokrasi.
4.
Tidak semuanya pengaruh globalisasi dan
modernisasi membawa keburukan tetapi juga ada sisi praktis yang bisa diambil
dari itu.
Saran
1.
Filter (penyaring) yang paling mendasar
adalah kita kembali kepada ajaran agama. Keimanan dan ketakwaan yang teguh akan
menyaring pengaruh kebudayaan barat dan kebudayaan bangsa lain. Hal ini harus
dilakukan oleh segenap tokoh agama, masyarakat, pendidik dan para pemimpin.
2.
Dengan penguasaan Iptek, kita tidak akan tertinggal dari negara-negara
maju. Bahkan kita sejajar/sederajat dalam percaturan internasional.
3.
Dengan Iptek akan membawa efisiensi tenaga
dan biaya.
4.
Dengan adanya Iptek, kita akan lebih mudah
mengoperasikan peralatan.
Ketahanan
Nasional Dalam Bidang Sosial Budaya
Kondisi realitas, identitas dan
integrasi yang kuat akan menjadi modal dasar dalam menumbuhkan ketahanan
individu, itulah ungkapan dari Mufid dalam kegiatan loka karya mengenai Ketahanan
Sosial Masyarakat Bali dan Betawi (18 Oktober 2001). Karakteristik individu
yang memiliki ketahanan yang kuat inilah yang diperlukan dalam suatu masyarakat
yang mendambakan kondisi ketahanan sosial yang tangguh.
Perilaku sederhana yang mampu
membentuk dan menciptakan kondisi kebersamaan antar individu dalam lingkungan
sosialnya adalah kebudayaan. Kebudayaan merupakan gambaran seluruh cara hidup
yang melembaga dalam suatu masyarakat yang manifetasinya tampak dalam tingkah
laku dan tingkah laku tersebut dapat dipelajari. Dengan demikian ketahanan
sosial yang dibentuk oleh kekuatan kebudayaan tertentu bisa dipelajari dan
diupayakan untuk meningkatkan kualitasnya. Ternyata kebudayaan mampu mengikat
individu untuk mewujudkan kesatuan dan melakukan aktivitas bersama dalam rangka
mempertahankan kehidupannya.
Menurut Koentjaraningrat (1981:63), nilai budaya bangsa Indonesia mengandung empat konsep yaitu :
1.
Manusia itu hidup sendiri di dunia ini, tetapi dikelilingi
oleh komunitasnya, masyarakat, dan alam semesta sekitarnya;
2.
Segala aspek kehidupan manusia pada hakikatnya tergantung
kepada sesamanya;
3.
Manusia harus selalu berusaha untuk sedapat mungkin
memelihara hubungan baik dengan sesamanya, yang terdorong oleh jiwa sama
rata-sama rasa;
4.
Manusia sedapat mungkin untuk bersifat konform, berbuat
sama dan bersama dalam komunitasnya, yang terdorong oleh rasa sama tinggi dan
sama rendah. Dalam kajian kewiraan, dijelaskan bahwa ketahanan nasional aspek
sosial budaya merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yang berisikan keuletan
dan ketangguhan menjadi kekuatan dalam mewujudkan ketahanan sosial budaya. Dari
ungkapan tersebut menunjukan bahwa "Kondisi ketahanan sosial budaya
nasional" akan terwujud jika didukung oleh tingkat ketahanan sosial budaya
di setiap daerah menunjukkan kekuatannya yang dinamis dan terpelihara.
Ketahanan Sosial budaya terbentuk
karena manusia (termasuk yang dikategorikan Komunitas Adat terpencil) adalah
makhluk sosial. Manusia melalui pergaulan, interaksi dan interelasi sosial
dapat menemukan keluhuran budaya yang dapat menghasilkan cipta karyanya yang
lebih lanjut dikenal sebagai kebudayaan.
Indonesia sebagai negara kesatuan
dengan Sosial budayanya-pun beraneka ragam. Keaneka-ragaman suku dan budaya
yang kokoh adalah sebagai akar-akardari ketahanan sosial.
Demikian seterusnya, dengan kuat dan
kokohnya ketahanan sosial akan menjamin terwujudnya ketahanan nasional.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kokohnya ketahanan
sosial budaya :
Suatu ketahanan sosial budaya pada
hakekatnya diciptakan dan dibentuk serta dipelihara oleh suatu kelompok
masyarakat itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi dipertahankannya
ketahan sosial budaya suatu masyarakat adalah:
1.
Struktur Sosial
Struktur sosial atau pengelompokan
masyarakat, dilakukan untuk memudahkan pelaksanaan tugas-tugas dalam
kemasyarakatan. Pengelompokkan dapat dilakukan berdasarkan status sosial,
kedudukan, dan bidang kerjanya. Dari Struktur sosial tersebut, maka fungsi
masing-masing dalam mewujudkan ketahan untuk tetap eksisnya suatu masyarakat
akan lebih terjamin. Ada dua kajian khusus dalam faktor Struktur tersebut,
sebagaimana diungkapkan oleh Jusdistira Garna ( 1999:54) yang mengarah kepada
Struktur dan fungsi masyarakat. Dengan demikian status sosial seseorang bukan
hanya akan menempatkan dirinya pada tingkat Struktur tertentu, akan tetapi ia
akan mempunyai fungsi tetentu dalam lingkungan masyarakat, yang dalam hal ini
berfungsi dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat di mana mereka
berada.Begitu pula dengan kedudukan dan bidang kerja anggota sosial masyarakat
lainnya akan menentukan pula fungsinya dalam memperkuat ketahanan sosialnya.
1.
Pengawasan Sosial
Pengawasan sosial atau sosial kontrol,
merupakan sistem dan prosedur yang mengatur kegiatan dan tindak-tindakan
anggota masyarakat.
Dalam praktek kehidupan masyarakat
tertentu kontrol sosial ini dijadikan pula sebagai suatu sistem ilmu
pengetahuan dan pengalaman teknik empiris yang digunakan sebagai penangkal ATM
(Ancaman Tantangan Halangan) pada lingkungan sosialnya. Dalam kondisi tertentu
juga bisa digunakan dalam mengontrol sikap dan perilaku anggota masyarakat yang
berkaitan dengan aspek kehidupan beragama, idiologi, sitem hukum, yang berlaku/
dianut.
2.
Media sosial
Media sosil atau perantara interelasi
antar angggota masyarakat dalam upaya mewujudkan ketahanan sosial bersama yang
dilakukan oleh struktur sosial tertentu dalam kondisi yang terintegrasi. Secara
faktual media sosial juga dapat dipandang sebagai alat, materiil maupun
spritual yang mampu membentuk bahasa dan isyarat dalam rangka komunikasi antar
anggota masyarakat.
3.
Standar Sosial
Standar sosial yaitu menunjukan kepada
suatu ukuran dalam meneliti, menyeleksi sikap dan cara hidup yang mengandung
sistem nilai. Sistem nilai tersebut menyangkut kualitas suatu obyek yang
dipandang berguna dalam memanfaatkan cara untuk mencapai tujuan dalam kehidupan
bermasyarakat. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama akan dijalankan oleh
semua anggota masyarakat menurut struktur dan fungsinya masing- masing dalam
rangka membentuk kesatuan kebudayaan tertentu. Tidak menutup kemungkinan
faktor- faktor di atas, walaupun kedudukkannya bergeser fungsinya secara ganda
menjadi fungsi dasar dalam membentuk kebudayaan.
Sosial
Budaya dan Wawasan Kebangsaan Mari Kita Jadikan Sebagai Kekuatan Nasional
Kebudayaan
merupakan keseluruhan cara hidup masyarakat yang perwujudannya tampak pada
tingkah laku para anggotanya. Kebudayaan tercipta oleh banyak faktor organ
biologis manusia, lingkungan alam, lingkungan sejarah, dan lingkungan
psikologinya. Masyarakat yang berbudaya membentuk pola budaya disekitar satu
atau beberapa fokus budaya. Fokus budaya dapat berupa nilai, misalnya:
keagamaan, ekonomi, ideologi dan sebagainya.
Oleh karena
itu pengertian Sosial Budaya, dapat dirumuskan sebagai kondisi masyarakat
(bangsa) yang mempunyai nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan
bernegara yang dilandasi dengan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sehingga
Ketahanan di bidang Sosial Budaya yang dimaksud adalah menggambarkan kondisi
dinamis suatu bangsa (masyarakat) yang berisi keuletan dan ketangguhan yang
mengandung kemampuan pengembangan kekuatan Nasional di dalam menghadapi
ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan baik dari dalam maupun dari luar
yang langsung maupun tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan sosial
bangsa dan negara.
Oleh karena
itu, dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala daya
dan upaya ronrongan, diperlukan Ketahanan Sosial yang meliputi segala bidang
ataupun sendi. Faktor-faktor yang mempengaruhi Ketahanan Dibidang Sosial dan
Budaya, adalah:
1.
Tradisi,
dimana Tradisi
sosial ini pada dasarnya bersifat dinamis, karena itu nilai-nilai serta
kaidah-kaidah yang tidak dapat menjawab tantangan , akan lenyap secara wajar.
Sangat diperlukan untuk menghindari yang namanya sikap Tradisionalisme, yaitu
sikap atau pandangan yang menuju dan mempertahankan peninggalan masa lalu
secara berlebihan atau tidak wajar.
2.
Pendidikan,
merupakan
faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap ketahanan di bidang sosial
budaya. Melalui pendidikan masyarakat akan memperoleh kemampuan untuk menilai
tradisi yang masih sesuai atau tidak terhadap perkembangan jaman. Pendidikan
dalam arti luas ialah usaha untuk mendewasakan manusia agar dapat mengembangkan
potensinya serta berperan serta secara penuh dalam menumbuhkan kehidupan sosial
sesuai dengan tuntutan zaman.
3.
Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Negara
Untuk membina
dan membangun masyarakat modern, diperlukan kepemimpinan nasional yang kuat dan
berwibawa, dimana untuk mendukung hal tersebut ditentukan oleh banyak faktor,
yaitu: Pribadi (moral, akhlak, semangat, dan akuntabilitas) dari
pemimpin-pemimpin Bangsa, komitmen yang kuat dari Pemimpin, tujuan Nasional,
Nilai-nilai Sosial Budaya, keadaan Sosial (masyarakat), Sistem Politik dan Ilmu
Pengetahuan.
Tujuan Nasional, yang selalu berintikan Falsafah
Negara, merupakan unsur Pengarah, Pemersatu, Pemberi Motivasi dan merupakan
salah satu Identitas Nasional.
Kepribadian Nasional, merupakan hasil perkembangan
Sejarah dan cita-cita bangsa yang dirumuskan sebagai dasar kehidupan bangsa.
Kepribadian ini perlu dipupuk, dibina dan dimasyarakatkan pada setiap generasi,
karena kepribadian nasional ini merupakan daya tangkal yang sangat strategis
untuk menghadapi tantangan dari pengaruh asing, maupun pengaruh dari dalam,
seperti Terorisme, dll.
Menu Prajab TNI, POLRI bersama
dengan Rakyat Semesta merupakan salah satu fungsi pemerintahan dalam menegakkan
Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta
keamanan hasil perjuangan. Oleh karena itu sangat banyak faktor yang menentukan
berhasilnya Ketahanan Nasional kita dibidang HANKAM. Self Confidence (percaya
diri sendiri) adalah sikap bangsa yang Merdeka, benar-benar merdeka, dimana ini
menunjukkan bahwa Negara tersebut dapat mengurus rumah tangganya sendiri dengan
baik, dan tidak tergantung kepada bantuan luar negeri, apalagi di Intervensi
oleh Negara lain, dipengaruhi oleh Negara lain. Andaikan pun diperlukan, maka
bantuan dari Luar Negeri itu hanyalah bersifat melengkapi (komplementer).
Tidak bergantung pada pihak lain
(Self Relience), itulah motto yang harus dapat dipegang oleh Seluruh Masyarakat
Indonesia saat ini. Negara kita masih tergolong negara berkembang. Pada umumnya
Negara Berkembang merupakan bekas daerah jajahan dan masih dipengaruhi oleh
mental Kolonial, dan masih bergantung kepada bekas penjajahnya. Kita ambil
contoh mengenai Undang-Undang kita masih banyak dipengaruhi semasa kita dijajah
oleh Kolonial Belanda. Ini merupakan suatu bukti bahwa kita belum dapat melepaskan
diri dari pengaruh Penjajahan. DPR kita yang direncanakan harus mampu menyusun
RUU (Rancangan Undang-Undang) sebanyak 70 RUU, ternyata baru 5 yang selesai,
padahal tenggang waktu yang diberikan telah hampir mendekati. Ini adalah salah
satu bukti sederhana betapa buruknya kinerja Pemerintah Kita. Ternyata tidak
bisa kita buat Negara kita memiliki kondisi yang dinamis, dimana Kinerja yang
buruk selama ini tidak bisa kita benahi dengan baik, sehingga kondisi Negara
Kesatuan kita bagaikan bom waktu yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan gejolak.
Oleh karena itu marilah kita di hari Ulang Tahun Negara Kita yang ke-65 ini
dapat kita instrospeksi diri, dimana mata rantai yang putus dari Faktor-faktor
Ketahanan Bangsa diatas yang putus, mari kita benahi, mari kita perbaiki Budaya
atau kebiasaan Tradisional kita yang buruk yang tidak dapat meningkatkan
kinerja maupun meningkatkan produktivitas kerja kita, seperti:
1.
Absen saat bekerja, ini sudah
menjadi tradisi bagi anggota DPR, saat Rapat, sangat banyak anggota DPR kita
absen, lebih memilih pekerjaan lain. Hal ini terbawa-bawa sejak kecil mungkin,
dimana anggota DPR kita banyak yang waktu sekolah Absen, cabut saat sekolah dan
banyakan anggota DPR kita memiliki rapor merah sampai sekarang.
2.
Korupsi, hal ini adalah penyakit
Tradisional yang sepertinya tidak dapat diberantas, makin diberantas, makin
subur Korupsi. Hal ini menandakan bahwa kita tidak sadar bahwa Budaya korupsi
ini sudah menjadi Akar yang tidak dapat dibasmi, so bagaimana Implementasi
dalam memberantas Korupsi ini, intinya, kesadaran sendiri dari warga negara
untuk tidak berbuat korupsi, untuk tidak memberi dan menerima uang korupsi.
3.
Kurang tegasnya Aparatur Negara
untuk menerapkan aturan Perundang-Undangan yang diberlakukan, kurangnya
Control, Sosialisasi dan Pengawasan terhadap Masyarakat.
Hmmmm, akhir kata, marilah kita
di Hari Ulang Tahun ini dan di Masa Puasa Ini mampu berpikir positif dan
berbuat apa yang terbaik untuk Negara ini. Merdeka…!!!
POKOK-POKOK KONSEPSI
KETAHANAN NASIONAL
Oleh Tatang JM.
1.1.1
Konsepsi Dasar Ketahanan Nasional
Manusia sebagai salah satu jenis
makhluk Tuhan pertama-tama berusaha mempertahankan eksistensi
dan kelangsungan hidupnya (survival).
Dalam rangka
tersebut ia memenuhi keperluan hidupnya dari yang paling pokok sampai yang paling
mutakhir, baik bersifat materi maupun kejiwaan.
Untuk keperluan tersebut manusia
hidup berkelompok (Home Socius) dan memperkaya diri dengan alat peralatan
penolong (home sapiens) serta menghuni suatu wilayah tertentu yang dibinanya
dengan kemampuan dan kekuasaan (zoon politicon).
Secara Antropologi-Budaya,
manusia merupakan makhluk Tuhan tersempurna karena pada manusia selain
kehidupan ia mempunyai kemampuan berfikir (akal) serta keterampilan dan
karenanya lahirlah manusia budaya atau manusia berbudaya.
Sebagai manusia budaya ia
mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya di dalam usaha mempertahankan
eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Kita
mengenal hubungan tersebut sebagai berikut :
Perangkat hubungan tadi merupakan
bidang kehidulpan manusia budaya atau kebudayaan manusia yang berlangsung di
atas bumi dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dan
dijangkaunya dengan menggunakan kemampuannya. Manusia bermasyarakat untuk dapat
memenuhi keperluannya yaitu kesejahteraan dan keselamatan serta keamanannya.
Oleh karena itu, ketahanan nasional
hakekatnya merupakan suatu konsepsi di dalam pengaturan dan penyelenggaraan
kesejahteraan serta serta keamanan di dalam kehidupan nasional.
Kehidupan nasional tersebut dapat dibagi di dalam
beberapa aspek sebagai berikut :
§
Posisi dan lokasi geografi
negara
§
Keadaan dan kekayaan alam
§
Keadaan dan kemampuan penduduk
§
Ideologi
§
Politik
§
Ekonomi
§
Sosial – Budaya
§
Militer Hankam
Antara TRIGATRA dan PANCA GATRA
itu terdapat hubungan timbal balik yang erat dinamakan hubungan (korelasi) dan
ketergantungan (interdependensi). Oleh
karena itu, TRI GATRA dan PANCA GATRA merupakan suatu kesatuan yang bulat dan
utuh yang dinamakan ASTA GATRA.
1.1.2 Tujuan Ketahanan Nasional
Tujuan Ketahanan Nasional adalah
untuk meningkatkan kesejahteraan bersama seluruh manusia dan membina daya
kekuatan serta kemampuan sendiri untuk menjamin hari depan negara dan bangsa.
Jadi, tujuan Ketahanan Nasional bukanlah untuk menanamkan rasa permusuhan
terhadap suatu negara atau kelompok negara tertentu.
Selain itu, Ketahanan Nasional
bertujuan mementingkan konsultasi dan saling menghargai di dalam pergaulan
hidup serta menjauhi antagonisme dan konfrontasi. Intinya, Ketahanan Nasional
diharapkan dapat dipakai di samping konsepsi power politics.
1.1.3 Ketahanan Astra Gatra
a.
Posisi dan Lokasi Geografi Negara
Posisi dan lokasi geografi suatu
negara dapat memberikan petunjuk mengenai tempatnya di atas bumi yang
memberikan gambaran tentang bentuk ke dalam dan bentuk ke luar.
Ada dua jenis
negara yang mempunyai ciri khusus berkenaan dengan lokasinya, yaitu:
1)
Negara dikelilingi daratan (Land locked country)
Lingkungan negara demikian
bersifat serba daratan atau sarwa benua. Ciri sarwa benua itu mempengaruhi dan
menentukan cara pandang negara yang bersangkutan di segala bidang kehidupan
nasionalnya. Contoh : Laos, Swiss, dan Afghanistan.
2)
Negara dikelilingi lautan
§
Negara Kepulauan (Archipelago State)
§
Negara Pulau (Island State)
b.
Keadaan dan Kekayaan Alam
Kekayaan alam suatu negara
adalah segala sumber dan potensi alam yang didapatkan di bumi,
di laut, dan di udara yang berada di wilayah kekuasaan suatu negara.
Hidup berkembang biak dan
mempertahankan diri dengan cara memanfaatkan alam dan kekayaan yang didapat di
tanah airnya merupakan naluri dan fungsi utama semua makhluk Tuhan. Setiap
bangsa wajib mempersiapkan potensi alamnya sederajat dengan kemampuan bangsa
lain, agar bentrokan ekonomi dan budaya di dunia modern ini sejauh mungkin
dapat dihindari. Karena itu, di dalam pemanfaatannya tidak dapat dielakkan
adanya ketergantungan antar negara di bidang sumber daya alam (International
Interdependency of Natural Resources) yang dapat menimbulkan problem hubungan
internasional.
c.
Keadaan dan Kemampuan Penduduk
Penduduk
adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah.
Adapun faktor penduduk yang
mempengaruhi ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :
1)
Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk
Jumlah penduduk berubah karena
kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Segi positif dari pertambahan
penduduk ialah pertambahan angkatan kerja (man power) dan pertambahan tenaga
kerja (labour force). Dan dari segi negatifnya ialah apabila pertumbuhan
penduduk tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti
dengan usaha peningkatan kualitas penduduk.
2)
Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk
Komposisi adalah susunan
penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan
sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan
migrasi. Fertilitas sangat berpengaruh besar terhadap umur dan jenis penduduk
golongan muda yang dapat menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan,
perluasan lapangan kerja, dan sebagainya.
3)
Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk
Distribusi penduduk yang ideal
adalah distribusi yang dapat memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan
yaitu penyebaran merata. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pemerintah yang
mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara transmigrasi, pusat-pusat
pengembangan (growth centers), pusat-pusat industri, dan sebagainya.
d.
Ketahanan di Bidang Ideologi
Ideologi adalah perangkat
prinsip pengarahan (guiding principles) yang dijadikan dasar serta memberikan
arah dan tujuan untuk dicapai dalam melangsungkan hidup dan kehidupan nasional
suatu bangsa dan negara.
Ketahanan Nasional di bidang
ideologi dapat diartikan sebagai kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan
dan keteguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di
dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan
gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun
tidak langsung membahayakan kelangsungan kehidupan ideologi suatu bangsa dan
negara.
e.
Ketahanan di Bidang Politik
Politik dalam ilmu pengetahuan
senantiasa dihubungkan dengan kekuatan atau kekuatan yang menjadi pusat
perhatiannya.
Masalah politik berada di dalam
konteks negara, karena kekuasaan di dalam suatu negara berpusat pada
pemerintahan negara. Oleh karena itu, perjuangan memperoleh kekuatan dalam
pemerintahan terkadang berubah menjadi perjuangan menguasai pemerintah.
Pengertian Ketahanan Nasional di
bidang Politik diartikan sebagai “kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan
dan ketangguhan yang mengandung kemampuan pengembangan kekuatan nasional, di
dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan
baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak
langsung membahayakan kelangsungan kehidupan politik suatu bangsa dan negara”.
Kehidupan politik dapat dibagi
menjadi dua sektor, yaitu sektor pemerintah dan sektor masyarakat.
Masyarakat berfungsi sebagai
in-put yaitu berwujud pertanyaan keinginan dan tuntutan masyarakat (social
demand) sedangkan pemerintah berfungsi sebagai out-put yaitu menentukan
kebijaksanaan umum yang bersifat keputusan politik (political decision).
Lima
fungsi utama suatu sistem politik yaitu :
f.
Ketahanan di Bidang Ekonomi
Ekonomi adalah segala kegiatan
pemerintah dan masyarakat di dalam pengelolaan faktor produksi yaitu bumi,
sumber alam, tenaga kerja, modal, teknologi dan management di dalam produksi
serta distribusi barang dan jasa demi kesejahteraan rakyat, baik fisik material
maupun mental spiritual.
Faktor yang mempengaruhi
Ketahanan Nasional di bidang ekonomi berupa tantangan, ancaman, hambatan dan
gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakikatnya ditujukan
kepada faktor produksi dan pengolahannya. Oleh karena itu, pembinaan ekonomi
pada dasarnya merupakan penentuan kebijakan ekonomi dan pembinaan faktor
produksi serta pengolahannya di dalam produksi dan distribusi barang dan jasa
baik di dalam negeri maupun dengan luar negeri.
g.
Ketahanan di Bidang Sosial-Budaya
Istilah Sosial-budaya di dalam
Ilmu Pengetahuan menunjuk kepada dua segi utama dari kehidupan bersama manusia,
yaitu segi kemasyarakatan dan segi kebudayaan.
Setiap masyarakat memiliki 4
unsur penting bagi eksistensinya, yaitu: Struktur Sosial, Pengawasan Sosial,
Media Sosial, dan Standar Sosial.
Faktor yang
mempengaruhi ketahanan nasional di bidang sosial-budaya :
1.
Tradisi
2.
Kepemimpinan Nasional
3.
Tujuan Nasional
4.
Kepribadian Nasional
h.
Ketahanan di Bidang Pertahanan-Keamanan
Pertahanan keamanan adalah daya
upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata sebagai inti dan merupakan
salah satu fungsi utama pemerintah dalam menegakkan ketahanan nasional dengan
tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan perjuangannya. Hal
itu dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan menggerakkan seluruh potensi
dan kekuatan masyarakat dalam seluruh bidang kehidupan nasional secara
terintegrasi dan terkoordinasi.
Faktor yang
mempengaruhi ketahanan nasional di bidang pertahanan keamanan ialah :
1.
Doktrin
2.
Wawasan Nasional
3.
Sistem Hankam
4.
Geografi
5.
Manusia
6.
Integrasi Angkatan Bersenjata dan
Rakyat
7.
Pendidikan Kewiraan
8.
Materiil
9.
Iptek
10. Manajemen
11. Pengaruh
luar negeri
12. Kepimpinan
1.1.4
Bentuk dan Hakikat Ketahanan Nasional
Pada hakikatnya ketahanan nasional
adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan
hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.
Untuk dapat memungkinkan
berjalannya Pembangunan Nasional yang selalu harus menuju ke tujuan yang ingin
dicapai dan agar dapat secara efektif dielakkan hambatan, tantangan, ancaman,
dan gangguan yang timbul, maka perlu dipupuk terus menerus Ketahanan Nasional
yang meliputi segala aspek kehidupan.
Penyelenggaraan Ketahanan Nasional
menggunakan pendekatan kesejahteraan nasional dan keamanan nasional.
Kesejahteraan yang hendak dicapai untuk mewujudkan Ketahanan Nasional adalah
kemampuan bangsa menumbuhkan dan menyumbangkan nilai-nilai nasionalnya menjadi
kemakmuran sebesar-besarnya yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah.
Sedangkan keamanan yang mewujudkan ketahanan nasional adalah kemampuan bangsa
melindungi eksistensinya dan nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari
dalam maupun dari luar.
Pengaturan dan penyelenggaraan
Kesejahteraan Nasional menggunakan tiap-tiap gatra Asta Gatra, demikian pula
untuk keamanan nasional. Bergantung kepada sifat-sifat gatranya, maka gatra
yang satu mempunyai peranan :
Untuk mendapatkan hasil Ketahanan
Nasional yang diinginkan, maka harus diusahakan penilaian kualitatif dan
kuantitatif atas perwujudan kesejahteraan dan keamanan oleh tiap-tipa gatra.
1.1.5
Sifat-sifat Ketahanan Nasional
1.
Manunggal
Antara Trigatra dan Panca Gatra
harus bersatu (integratif). Sifat integratif ini tidak dapat diartikan
mencampuradukkan, tetapi integrasi dilaksanakan secara serasi dan selaras.
2.
Mawas ke Dalam
Ketahanan Nasional diarahkan
kepada diri bangsa dan negara itu sendiri, karena bertujuan mewujudkan hakikat
dan sifat nasionalnya sendiri.
3.
Berkewibawaan
Ketahanan Nasional sebagai hasil
pandangan yang bersifat “Manunggal” tersebut mewujudkan kewibawaan nasional
yang harus diperhitungkan oleh pihak lain dan mempunyai daya pencegah
(deterent). Makin tinggi tingkat kewibawaan, makin besar daya pencegahnya.
4.
Berubah menurut Waktu
Ketahanan Nasional suatu bangsa
tidaklah tetap adanya. Ia dapat meningkat atau menurun dan bergantung pada
situasi dan kondisi bangsa itu sendiri.
5.
Tidak membenarkan Sikap dan Kekuasaan dan Adu Kekuatan
Kalau konsep adu kekuasaan dan
adu kekuatan bertumpu pada kekatan fisik, maka ketahanan nasional tidak
mengutamakan kekuatan fisik saja, tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain,
seperti kekuatan moral suatu bangsa.
6.
Percaya pada Diri Sendiri (Self Confidence)
Ketahanan Nasional dikembangkan
dan ditingkatkan berdasar sikap mental percaya pada diri sendiri.
7.
Tidak Bergantung pada Pihak Lain (Self Relience)
Kebanyakan negara berkembang
merupakan bekas daerah jajahan yang masih dipengaruhi mental kolonial dan rasa
ketergantungan kepada bekas penjajahnya. Sikap mental demikian harus dikikis
habis dan sebagai gantinya ditumbuhkan sikap mental yang berkepercayaan pada
diri sendiri yang patriotik dan nasionalistik tanpa menjerumuskan diri ke dalam
fanatisme dan chauvinisme (nasionalisme yang sempit).
0 komentar:
Posting Komentar