BAB
I
PENDAHULUAAN
A.
Latar Belakang
Echinonermata adalah binatang
berkulit duri yang hidup di wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah
bersimetris tubuh simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah
berkembang dengan baik. Misalnya teripang atau ketimun laut, bulu babi, bintang ular,
dolar pasir, bintang laut, lilia laut. Hewan Echinodermata adalah komponen
komunitas bentik di lamun yang lebih menarik dan lebih memiliki nilai ekonomi.
Lima kelas echinodermata ditemukan pada ekosistem lamun di Indonesia.
B.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
a.
Apa
saja ciri-ciri umum Echinodermata?
b.
Bagaimana
anatomi dari Echinodermata?
c.
Bagaimana
fisiologi dari Echinodermata?
d.
Di
mana habitat Echinodermata?
e.
Ada
berapa kelompokah klasifikasi filum Echinodermata?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar
mahasiswa dapat:
a.
Menyebutkan
ciri-ciri umum Echinodermata?
b.
Menjelaskan
anatomi dari Echinodermata?
c.
Menjelaskan
fisiologi dari Echinodermata?
d.
Mengetahui
habitat Echinodermata?
e.
Menjelaskan
klasifikasi filum Echinodermata?
BAB II
PEMBAHASAN
Echinodermata
berasal dari kata Yunani: Echinos = duri, derma = kuli; berarti hewan yang
kulitnya berduri. Kelompok hewan ini meliputi: Bintang Laut (Kelas Asteroidea),
Bintang Ular (Kelas Ophiuroidea), Landak Laut (Kelas Echinoidea), Lilia Laut
(Kelas Crinoidea), dan Mentimun Laut atau tripang (Kelas Holothuroidea), disamping
beberapa Kelas yang telah punah. Hampir semua bersifat simetri radial ketika
dewasa, dan pada umumnya mempinyai kerangka dalam bersifat kapur dengan
spina-spina.
Nama Echinodermata
dimunculkan pertama kali oleh Jacob Klein pada tahun 1734. Echonodermata merupakan
hewan laut yang hidup di pantai, tetapi kebanyakan di dasar laut. Echinodermata,
penyebarannya sangat luas dan filum ini terdiri atas 5.300 spesies dan sejumlah
besar berupa fosil. Filum Echinordemata dibagi menjadi dua subFilum
yaitu Pelmatozoa dan Eleutherozoa.
A.
Ciri-ciri Umum
Tubuh
umumnya radial simetri, hampir selalu pentamerous. Tubuhnya tripoblastis,
coelomata dengan permukaan oral dan aboral yang jelas: tanpa kepala dan tidak
bersegmen. Ukuran tubuhnya sedang sampai besar tetapi tidak ada yanh
mikroskopis. Bentuk tubuh bundar sampai silindris atau bentuk bintang dengan
tangan seederhana yang tersebar dari diskus sentral atau tangan-tnagan
bercabang-cabang seperti bulu muncul dari tubuh sentral. Permukaan tubuh agak
halus, tertutup oleh 5 ruangan secaraa simetri memancar berupa alur berlekuk
yang disebut ambulacra diselingi 5 inter-radii atau inter-ambulacra. Dindidng
tubuh tersusun atas epidermis di sebelah luar, dermis di tengah dan disebelah
dalam adalah peritoneum.
B.
Aatomi
Untuk
mempelajari hewan Echinodermata, diambil contoh bintang laut(Asterias).
Tubuh hewan ini berbentuk bintang, terdiri atas satu diskus sentralis dan lima
radii. Dataran yang biasanya di sebelah bawah di mana terdapat mulut atau
actinostoma disebut dataran oral, sedangkan di sebelah atas disebut aboral.
Skeleton
terdiri atas lamina (ossikula) yang tersusun rapat. Lamina terletak di antara
dua lapisan jaringan pengikat di dalam didinding tubuh. Di antara ossikula
terdapat serabut-serabut otot, dan pori-pori yang disebut pori dermal.
Pada
beberapa genus, jumlah lengan mungkin lebih dari lima, sebagai contoh terdapat
7-14 lengan pada Solaster dan lebih dari 40 lengan pada Heliaster.
Ukurannya berfariasi dari diameter 10-20 cm, namun beberapa ada yang lebih
pendek atau lebih panjang.
1.
Permukaan Oral
Sisi
tubuh yang menghadap subtrat terdiri atas mulut atau lubang oral, datar dan
berwarna orange gelap sampai keunguan, disebut permukaan oral atau actinal.
Pada permukaan oral terdapat bentukan-bentukan berikut:
a)
Mulut: pada permukaan oral, di
tengah dari diskus sentral yang pentagonal adalah berupa lubang yang disebut
actinosome atau mulut.
b)
Celah ambulakral: dari
masing-masing sudut mulut memancar sebuah alur sempit disebut celah ambulakral
yang berjalan sepanjang tengah-tengah dari permukaan oral dari masing-masing
lengan.
c)
Kaki tabung atau podia:
masing-masing celah ambulakral terdiri dari atas 4baris kaki tabung ayau podia
yang berfungsi untuk pergerakan, penangkapan makanan, organ-organ respirasi dan
sensori.
d)
Duri-duri ambulakral:
masing-masing celah ambulakral dilindungi oleh 2 atau 3 baris duri ambulakral
di bagian lateralnya yang dapat digerakan dan dapat menutup celah.
e)
Organ-organ sensoris: organ-organ
sensoris termasuk lima tentakel terminal yang tidak berpasangan dan lima bintik
mata yang tidak berpasangan. Ujung dari masing-masing lengan menunjang satu
median kecil, non-retractile, disebut tentakel terminal; berfungsi sebagai
organ tactile dan olfactori.

Gambar
2.1 Permukaan Oral dan Aboral
2.
Permukaan Aboral
Sisi
tubuh yang menghadap ke atas adalah cembung dan berwarna orange terang sampai
keungu-unguan disebut permukaan aboral atau abactinal. Pada permukaan aboral
terdapat bentukan-bentukan berikut:
a)
Anus: suatu lubang kecil disebut
anaus, terletak di dekat pusat diskus sentral dari permukaan aboral.
b)
Madreporit: pada permukan abaral
dari diskkus sentral, datar, sub-circular, lempengan asimetris dan beralur
disebut lempengan madreporit atau madreporit terletak di antara dua dua dari
lima lengan. Permukaan madreporit ditandai oleh sejumlah alur menjari, sempit,
beerombak, ramping atau lurus dengan lubang-lubang padanya.
c)
Duri-duri: seluruh permukaan
aboral ditutupi oleh sejumlah duri-duri atau tubercle kalkareus yang pendek,
keras, tumpul. Duri-duri berfariasi dalam
ukuran dan tersusun dalam barisan yang tidak teratur berjalan paralel sampai
sepanjang sumbu dari lengan-lengan.
d)
Papulae atau insang: antara
ossicle dari integument ada sejumlah lubang-lubang dermal yang kecil. Melalui
masing-masing lubang dermal menyembulo suatu sangat kecil, halus, berbentuk
tabung atau kerucut, seperti jari atau seperti benang, berdinding tipis
bersifat memberan dan bersifat retractile disebut branchia dermaatau insang
atau papula. Papula merupakan pelekukan dari dinding tubuh, dibatasi oleh
epithelium coelomic berfungsi respiratori dan eksretori.
e)
Pedicellaria: disamping duri-duri
dan insang-insang seluruh permukan aboral ditutupi oleh rahang-rahang atau
supit-supit kecil seperti duri berwarna keputihan disebut pedicellaria. Masing-masing
pedacellaria terdiri ataas bentukan panjang atau pendek, kuat, tangkai
fleksibel tidak ditunjang oleh kalkareus internal. Tangkai mempunyai tiga
ossicle kalkareus atau lempeng-lempeng kalkareus.
C.
Fisiologi
1.
Sistem Ambulakral
Sistem
ambulakral terdiri atas: canalis circumoralis, canalis radialis, canalis
madreporicus, ampulla dan podia. Canalis circumoralis ialah pipa yang
melingkari mulut, disebelah permukaan oral dari skeleton. Canalis circumoralis
mempercabangkan lima canalis radialis. Tiap canalis radialis pada ujung radius
bagian oral berakhir sebagai tentakel. Melalui
tiap porus ambulacralis berjalan suatu pipa yang menghubungkan suatu kantong
yang disebut ampula. Di dalam dinding ampulla terdapat serabut-serabut otot
melingkar.

Gambar 2.2 Sistem
Ambulakral
2.
Sistem Respirasi
Organ
respirasi pada Asterias adalah insang, atau papula dan kaki tabung.
Papula merupakan organ respirasi yang utama. Mereka adalah sederhana,
kontraktil, transparan, hasil pertumbuhan dari didnding tubuh pada permukaan
aboral mempunyai epithelium bersilia pada permukaan sebelah luar dan sebelah
dalamnya.
3.
Sistem Pencernaan Makanan
Saluran
pencernaan dimulai dari mulut yang berbentuk pentagonal yang disebut
actinosstoma. Saluran pencernaan terdiri atas peristoma,esofagus, ventrikulus,
intestinum, dan berakhir pada anus.
4.
Sistem Sirkulasi
Pada
Asterias tidak ada sistem sirkulasi yang sebenarnya, sistem sirkulasinya
terdiri atas sistem perihelmalis dan sistem hemalis. Sistem perihelmalis
terdiri atas: sinus perihelmalis circumoralis, sinus perihelmalis radialis,
sinus axialis, dan sinus perihelmalis aboralis. Sistem hemalis tersusun atas
jaringan pengikat gelatinosa yang berongga-rongga dengan banyak leukosit. Siste
hemalis terdiri atas: sistem lacunare circumoralis, funiculus radialis,, organ
axialis, rachis genitalis serta cabang-cabangnya.
5.
Sistem Sirkulasi
Asterias tidak memiliki organ-organ ekskresi
khusus. Sisa ekskresi metabolik yang mengandung nitrogen biasanya berisi
senyawa amonium. Sampah-sam pah tersebut akan diambil oleh amoebocyte dan
dibuang melalui dermal branchia.
6.
Sistem Saraf
a)
Sistem Saraf Oral
Sistem saraf oral
mempunyai bagian-bagian:
1)
Cincin saraf: cincin saraf
berbentuk segi lima circumaral, yakni terdapat di sekitar mulut di dalam
membran peristomial.
2)
Saraf radial: cincin saraf
mengeluarkan 5 saraf radial, masing-masing menuju sepanjang lengan di dasar
alur ambulakral
3)
Saraf subepideermal kompleks:
suatu jaringan luas daari sel saraf dan serabut-serabut saraf, tertanam di
dalam epidermis di atas permukaan tubuh, termasuk insang dan pedikelaria.
b)
Sistem Saraf Dalam atau Hyponeural
Sistem saraf hyponeural terjadi di dalam bentuk lapisan saraf di bagian lateral dari dinding oral dari
hyponeural, berada di dalam epithelium coelomic. Lapisan saraf ini disebut
“saraf Lange”. Lapisan tersebut
dipisahkan daari bagian lateral dari saraf radial hanya oleh satu lapis tipis
dari jaringan dermal connective.
c)
Sistem Saraf Aboral
Sistem saraf ini berada di bagian luar dari peritoneum parietal pada
sisi aboral, terdiri atas sebuah cincin saraf diskus sentral dan sebuah saraf
pada masing-masing lengan.
d)
Sistem Saraf Visceral
Sistem saraf visceral terdapat di dinding usus, sebelah luar epithelium
usus Sistem ini menginnervasi otot saluran pencernaan makanan dan dihubungkan
dengan reseptor visceral.
7.
Organ Sensorik
Asterias mempunyai beberapa organ sensorik primitif sebagai berikut:
a)
Mata
Mata
adalah organ sensorik yang paling signifikan pada Asterias. Mata
sederhana, berpigmen dan terdapat di dasar tentakel terminal. Pada permukaan oral,
pada dasar masing-masing tentakel terminal terdapat bantalan optic, tersusun
dari epidermis tebal dengan beberapa fotoreseptor atau mangkok ocelli
berpigmen. Ocelli adalah organ penerima cahaya yang dapat mendeteksi perubahan
intensitas cahaya.
b)
Tentakel terminal
Tentakel
terminal mempunyai sel-sel sensorik yang tactile dan juga sensitif terhadap
makanan dan rangsanga kimiawi yang lain.
c)
Sel-sel Neusensori
Sel-sel
neusensori berupa sel-sel ramping denga bentuk gelendong berisi nukleus,
utamanya terdapat pada bagian pengisap dari podia, pada bagian dasar spina,
pedikelaria.
8.
Sistem Reproduksi
Kebanyakan
spesies dari Asterias adalah dioecious yaitu seks terpisah kecuali
beberapa sepesies seperti Asterias rubeus yang hemafrodit. Tidak ada
tanda dimorfisme seksual, tetapi selama musim perkembangbiakan, mungkin terjadi
perbedaan warna antara keduanya. Organ-organ reproduksi dari Asterias
adalah tipe primitif dan tidak ada organ-organ kopulasi, kelenjar asesori,
reseptakel untuk penyedian ovum dan resrvoir untuk penyediaan sperma matang.
Hanya ada gonad-gonad yang bertindak sebagai organ-organ reproduktif.
a)
Fertilisasi
Kebanyakan
spesies dari Asterias mengalami satu musim perkembangbiakan dalam satu
tahun dan fertilisasi pada Asterias terjadi secara eksternal.
D.
Habitat
Asterias adalah hewan laut, tinggal di dasar
atau benthonic, mendiami bervariasi tipe dasar, umumnya di zonz littoral di
mana mereka bergerak merayap atau mungkin diam sekalli waktu. Kebanyakan dari
mereka adalah nokturnal, sisanya di siang hari dan menjadi aktif di malam hari.
E.
Klasifikasi
Filum echinodermata
dibagi menjadi 2 subFilum yaitu Pelmatozoa dan Eleutherozoa.
1.
SubFilum Pelmatozoa
Sebagian
besar anggota subFilum ini sudah punah. Tubuh mengiatkan diri pada subtrat
dengan permukaan aboral atau dengan sebuah tangkai aboral. Sistem saraf
utamanya di bagian aboral. Pelmatozoa hanya mempunyai satu kelas yang
masih hidup yaitu kelas Crinoidea
a)
Kelas Crinoidea
Angota
dari kelas ini tidak bertangkai dan bergerak bebas, tubuh terdiri dari mangkuk
aboral, disebbut calyx dan penutup oral atau atap, disebut tegmen dan struktur
kuat bercabang lima atau kelipatannya. Larvanya disebut doliolaria. Kelas ini
hanya mempunyai satu ordo yaitu Articulata.
Ø Ordo Articulata
Ordo ini meliputi
Crinoidea yang sudah punah dan yang masih hidup. Calyx bersifat pentamerous,
fleksibel, lentur menyatu pada ossikula tangan-tangan yang lebih bawah. Tegmen
kaasar berisi partikel kalkareus atau lempeng-lempeng kecil. Mulut dan lekuk
ambulakral tampak jelas. Contoh: Metacrinus,
Antedon.

Gambar 2.3 Antedon
2.
SubFilum Eleutherozoa
Kebanyakan
dari subFilum ini masih hidup. Batang atau tangkai tidak ada, biasanya hidup
bebas. Struktur tubuh biasanya pentamerous. Permukaan oral terdapat mulut yang
letaknya pada salah satu sisi. Anus biasanya pada permukaan aboral. SubFilum
ini meliputi 4 kelas.
a)
Kelas Holothuroidea
Tubuhnya
simetri bilateral, biasanya memanjang atau mulut terletak pada satu ujung dan
anus terletak pada ujung yang lain. Endoskeleton tereduksi berupa spikula
berukuran mikroskopis. Podia biasanya ada dan berfungsi untuk pergerakan.
Saluran pencernaan panjang dan berliku-liku.
Ø Ordo Aspidochirota
Memiliki beberapa
podia, mulut dikelilingi 10-30 tentakel, kebanyakan 20 tentakel mulut yang
bercabang-cabang. Contoh: Holothuria

Gambar 2.4 Holothuria
tubulosa
Ø Ordo Elasipoda
Banyak podia, mulut
biasanya di bagian ventral dan dikelilingi oleh 10-20 tentakel yang
bercabang-cabang. Contoh: Deima, Benthodytes.
Ø Ordo Dendrochirota
Podia banyak,
tentakel oral dendritic, terdapat retraktor oral. Contoh: Cucumaria.

Gambar 2.5 Cucumaria
Ø Ordo Malpadonia
Podia tidak ada
keuali sebagai papilla anal. Tentakel oral berbentuk jari, tidak memiliki
retraktor oral. Contoh: Molpadia.
Ø Ordo Apoda
Tubuh berbentuk
cacing, mempunyai permukaan halus atau berkutil, podia tidak ada. Tentakel oral
10-20 buah, sederhana, bertipe digitate atau pinnatate. Contoh: Synapta,
Chiridota.
b)
Kelas Echinoidea
Tubuh
berbentuk bola, seperti mangkuk, oval atau berbentuk jantung, tertutup oleh
cangkang endoskeleton dari lempenga kalkareus, tertutup oleh spina yang dapat
digerakan. Podia keluar dari lubang-lubang dari lempeng-lempeng ambulakral dan
berfungsi untuk pergerakan, mulut terletak di pusat permukaan oral
v Subkelas Regularia
Tubuh
membulat, biasanya sirkuler dan seringkali berbentuk oval, simetrinya
pentamerous denga dua baris lempengan inter-ambulakral. Mulut di tengah
berlokasi di permukaan oral dan anus bersifat sentral terdapat di kutub aboral.
Ø Ordo Lepidocentroidea
Kerangka fleksibel
dengan lempeng-lempeng terpisah atau tumpang tindih. Contoh: Phormosoma,
Sperosoma.
Ø Ordo Cidaroidea
Kerangka kaku dan
membulat, ada dua baris lempengan-lempenga panjang dan dua baris lempeng
inter-ambulakral. Contoh: Cidaris, Notocidaris.
Ø Ordo Aulodonta
Kerangkanya simetri
dan membulat, tersusun atas dua baris masing-masing di dalam satu lempeng
ambulakral dan inter-ambulakral. Contoh: Diodema.
Ø Ordo Camarodonta
Kerangkanya kaku dan
agak oval, epiphyses dari lentera meluas dan bertemu di atas pyramid. Contoh: Strongylocentrotus.

Gambar 2.6 Strongylocentrotus
v Subkelas Irregularia
Kerangka
kebanyakan datar oval sampai sirkuler, simetrinya bilateral pada saat larfa,
mulut terdapat di tengah permukaan oral. Anus terletak lebih posterior umumnya
marginal pada permukaan oral atau aboral, podia tidak untuk pergerakan.
Ø Ordo Clypeastroidea
Berbentuk datar,
oval, atau membulat ditutup dengan duri-duri kecil, mulut dan sistem apikal
biasanya dalam posisi memusat dan oral. Daerah ambulakral aboral adalah petaloid, tidak ada insang.
Contoh: Laganum.
Ø Ordo Spatangoida
Berbentuk oval atau
bentuk jantung, tidak memiliki lentera Aristotle, Contoh: Sparangus.
c)
Kelas Asteroidea
Tubuhnya
pipih, pentagonal, permukaan aral dan aboral terlihat jelas, permukaan oral
menghadap kebawah dan aboral menghadap ke atas. Mulut bertempat dibagian sentral
dari permukaan oral dikelilingi oleh peristoma yang bersifat memberan. Anusnya
kecil dan berlokasi di permukaan aboral.. Endoskeleton fleksibel, terbentuk
dari ossikula yang terpisah.
Ø Ordo Phanerozonia
Lengan-lengan
dilengkapi dengan dua baris lempeng-lempeng marginal yang mencolok, lempeng
oral adalah inframarginal dan lempeng aboral adalah supramarginal. Podia
tersusun dalam dua baris. Contoh: Luidia.
Ø Ordo Spinulosa
Lengan-lengan
umumnya tanpa lempeng marginal yang mencolok. Skeleton aboral adalah imbricated
atau reticulated dengan duri tunggal atau kelompok duri. Podia dilengkapi
dengan pengisap. Contoh: Aesterina.
Ø Ordo Forcipulata
Lempeng marginal
tidak mencolok, skeleton aboral kebanyakan reeticulated dengan duri-duri yang
mencolok, pedikelaria bertipe pendunkulata. Podia tersusun dalam 4 baris dan
dilengkapi alat pengisap. Contoh: Asterias.

Gambar 2.7 Asterias
d)
Kelas Opiuroidea
Tubuhnya
pipih dengan diskus sentral bersegi lima bulat, permukaan oral dan aboral
tampak jelas. Lengannya biasanya lima, ramping, halus ataupun berduri. Tidak
memiliki lekuk ambulakral, tidak punya anus dan intestine, madreporit terdapat
pada permukaan oral.
Ø Ordo Ophiurae
Lengan-lengan
sederhana, kebanyakan berjumlah lima, ossikula lengan bersendi denga lubang dan
tonjolan, madreporitnya tunggal. Contoh: Ophiothrix.
Ø Ordo Euryalae
Lengan-lengan
sederhana atau bercabang, panjang dan fleksibel, mampu membelit sekeliling
benda dan menggulungnya. Diskus dan lengan tanpa perisai atau kurang berkembang.
Contoh: Astroporpa.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Echinodermata
berasal dari kata Yunani: Echinos = duri, derma = kuli; berarti hewan yang
kulitnya berduri. Kelompok hewan ini dibagi menjadi dua subfilum yaitu Pelmatozoa
dan Eleutherozoa meliputi: Bintang Laut (Kelas Asteroidea), Bintang
Ular (Kelas Ophiuroidea), Landak Laut (Kelas Echinoidea), Lilia Laut (Kelas
Crinoidea), dan Mentimun Laut atau tripang (Kelas Holothuroidea), disamping
beberapa Kelas yang telah punah.
B.
Kritik dan Saran
Tiada kesempurnaan di dunia
ini, kami sangat mengharapkan kritik maupun saran dari makalah
ini tujuannya hanyalah demi kesempurnaan. Dan semoga makalah yang telah
kamisusun bermanfaat bagi kita semua, Amin.
DAFTAR
PUSTAKA
Kastawi,
Yusuf, dkk. 2005. Zoologi Avebrata. Malang: Penerbit Universitas Malang.
http://www.google.com
0 komentar:
Posting Komentar