BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di negara kita terdapat jenis-jenis
tumbuhan yang beraneka ragam. Keadaan seperti iklim dan tanah sangat mendukung
kelangsungan hidup beraneka tumbuhan tersebut. Oleh sebab itu kita wajib
mensyukuri anugerah Tuhan ini.
Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah sel pada suatu
organisme. Pertumbuhan bersifat tidak dapat kembali (irreversible). Sedangkan,
perkembangan merupakan proses untuk mencapai kematangan fungsi suatu organisme.
Walaupun berbeda dari segi pengertian, namun kedua proses ini berjalan secara
simultan atau pada waktu yang bersamaan dan saling terkait. Adapun perbedaannya
terletak pada faktor kuantitatif dan kualitatif. Pertumbuhan dapat diukur
secara kuantitatif karena mudah diamati, yaitu tejadi perubahan jumlah dan
ukuran. Sebaliknya, perkembangan hanya dapat dinyatakan secara kualitatif
karena terjadi perubahan fungsional dalam tubuh suatu organisme sehingga tidak
dapat diamati.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang ada
berdasarkan latar belakang di atas adalah sebagai berikut :
1. Pengertian pertumbuhan dan
perkembangan?
2. Bagaimana tahap-tahap dari
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan?
3. Ada berapa jenis pertumbuhan pada
tumbuhan?
4. Faktor apa saja yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan?
1.3 Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan masalah dalam pembuatan makalah ini adalah
sebagai berikut :
1. Menjelaskan pengertian pertumbuhan
dan perkembangan.
2. Menjelaskan tahap-tahap dari
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
3. Menjelaskan jenis-jenis pertumbuhan
pada tumbuhan.
4. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Salah satu ciri organisme adalah
tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan adalah Peristiwa perubahan biologi yang
terjadi pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa, dan
tinggi). Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur. Perkembangan adalah
proses menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini berlangsung secara
kualitatif. Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel. Bila
kita menanam biji tanaman, dapat diamati bahwa dari hari ke hari terjadi
perubahan tinggi. Secara kualitatif, terlihat bentuk awal (biji) yang demikian
sederhana menjadi bentuk tanaman yang lengkap.
Pada tanaman yang sedang tumbuh, terlihat adanya pembentukan
organ-organ baru. Misalnya daun semakin banyak, akar semakin panjang dan
bertambah banyak. Melihat arah pertumbuhan, tanaman tumbuh kedua arah utama:
-
Akar ke bawah (Menuju ke bumi)
-
Daun (dan batang) ke atas
Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan
diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina
dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan
terus membelah dan mengalami diferensiasi.
Diferensiasi
adalah
perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang
mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Peristiwa diferensiasi menghasilkan
perbedaan yang tampak pada struktur dan fungsi masing-masing organ, sehingga
perubahan yang terjadi pada organisme tersebut semakin kompleks. Auksanometer
adalah Suatu alat untuk mengukur pertumbuhan memanjang suatu tanaman, yang
terdiri atas sistem kontrol yang dilengkapi jarum penunjuk pada busur skala
atau jarum yang dapat menggaris pada silinder pemutar.
2.2 Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan
2.2.1 Tahap Awal Pertumbuhan
1. Mula-mula biji melakukan imbibisi
atau penyerapan air sampai ukuran bijinya bertambah dan menjadi lunak.
2. Saat air masuk ke dalam biji,
enzim-enzim mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai reaksi kimia.
3. Kerja enzim ini antara lain,
mengaktifkan metabolisme di dalam biji dengan mensintesis cadangan makanan
sebagai persediaan cadangan makanan pada saat perkecambahan berlangsung.
2.2.2 Perkecambahan
1.
Perkecambahan terjadi karena pertumbuhan radikula (calon akar) dan
pertumbuhan plumula (calon batang).
2. Faktor yang memengaruhi
perkecambahan adalah air, kelembapan, oksigen, dan suhu.
3. Perkecambahan biji ada dua macam,
yaitu:
a. Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal)
Hipokotil memanjang sehingga plumula
dan kotiledon ke permukaan tanah dan kotiledon melakukan fotosintesis
selama daun belum terbentuk. Contoh: perkecambahan kacang hijau.
b.Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal)
Epikotil memanjang sehingga plumula
keluar menembus kulit biji dan muncul di atas permukaan tanah, sedangkan
kotiledon tertinggal dalam tanah. Contoh: perkecambahan kacang kapri (Pisum
sativum).
2.3 Macam-macam pertumbuhan pada
tumbuhan
2.3.1 Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan
sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung
dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio
memiliki 3 bagian penting :
a.
Tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b.
Akar embrionik yaitu calon akar
c.
Kotiledon yaitu cadangan makanan
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.Daerah
pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya terbagi menjadi 3
daerah:
a.
Daerah pembelahan Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)
b.
Daerah pemanjangan Berada di belakang daerah pembelahan
c.
Daerah diferensiasi Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel
mengalami diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan tunas
lateral yang akan menjadi cabang.
Setelah fase perkecambahan, diikuti pertumbuhan tiga sistem
jaringan meristem primer yang terletak di akar
dan batang. Pada fase ini tumbuhan membentuk akar, batang, dan daun. Tiga
sistem jaringan primer yang terbentuk sebagai berikut.
b.
Meristem dasar yang akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan
korteks pada akar di antara style dan epidermis.
c.
Prokambium, yaitu lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat,
yaitu floem dan xilem.
2.3.1.1 Pertumbuhan Primer Pada Akar
Akar muda yang keluar dari biji segera masuk ke dalam tanah,
selanjutnya membentuk sistem perakaran tanaman. Pada ujung akar yang masih
muda, terdapat empat daerah pertumbuhan sebagai berikut.
a.
Tudung akar (kaliptra). Tudung akar atau kaliptra berfungsi sebagai
pelindung terhadap benturan fisik ujung akar terhadap tanah sekitar
pertumbuhan. Fungsi lain ujung akar, yaitu memudahkan akar menembus tanah
karena tudung akar dilengkapi dengan sekresi cairan polisakarida. Perbedaan
antara tudung akar dikotil dan monokotil sebagai berikut:
·
Pada
tudung akar dikotil, antara ujung akar dengan kaliptra tidak terdapat batas
yang jelas dan tidak memiliki titik tumbuh pada kaliptra tersebut.
·
Pada
tudung akar monokotil, antara ujung akar dan kaliptra terdapat batas yang jelas
atau nyata dan mempunyai titik tumbuh tersendiri yang disebut kaliptrogen.
·
Sel-sel kaliptra yang dekat dengan
ujung akar mengandung butir-butir tepung yang disebut kolumela.
Gambar
2.5 Jaringan meristem apikal akar. a. tudung akar b. meristem c. daerah
pemanjangan sel d. korteks e. floem f. xylem
b.
Meristem merupakan bagian dari ujung akar
yang selnya senantiasa mengadakan pembelahan secara mitosis. Meristem ini terletak di belakang
tudung akar. Pada tumbuhan dikotil, sel-sel tudung akar yang rusak akan
digantikan oleh sel-sel baru yang dihasilkan oleh sel-sel me-ristem primer dari
perkembangan sel-sel meristem apical.
c.
Daerah
pemanjangan sel terletak di belakang daerah
meristem. Sel-sel hasil pembelahan meristem tumbuh dan berkembang memanjang
pada daerah ini. Aktivitas pertumbuhan dan perkembangan memanjang dari sel
mengakibatkan pembelahan sel di daerah ini menjadi lebih lambat dari bagian
lain. Pemanjangan sel tersebut berperan penting untuk membantu daya tekan akar
dan proses pertumbuhan memanjang akar.
d.
Daerah
diferensiasi,
sel-sel hasil pembelahan dan pemanjangan akan mengelompok se-suai dengan
kesamaan struktur. Sel-sel yang memiliki kesamaan struktur, kemudian akan
memperoleh tugas membentuk jaringan tertentu.
2.3.1.2 Pertumbuhan Primer pada Batang
Pertumbuhan dan perkembangan primer pada batang meliputi daerah pertumbuhan (titik
tumbuh), daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi. Meristem apikal pada
batang dibentuk oleh sel-sel yang senantiasa membelah pada ujung tunas yang
biasa disebut kuncup. Di dalam kuncup, ruas batang dan tonjolan daun kecil (primordia)
memiliki jarak sangat pendek karena jarak internodus (antar
ruas) sangat pendek. Pertumbuhan, pembelahan, dan pemanjangan sel terjadi di
dalam internodus.
2.3.2 Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium
dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae
dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.
- Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh,
yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya
adalah membentuk xilem dan floem primer.
- Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara
ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.
- Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran
tahun bentuk konsentris. Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit
yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara
permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit. Ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup,
ke luar membentuk felem yaitu sel-sel mati
2.4 Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Tumbuhan
dapat tumbuh karena adanya faktorr-faktor yang mendukung. Faktor-faktor
tersebut yaitu:
2.4.1 Hormon pertumbuhan
Hormon pertumbuhan bertugas memacu atau merangsang bagian
tertentu untuk melakukan pembelahan sel agar tumbuhan semakin besar. Hormon
yang utama yaitu :
a. Auksin (Bahasa yunani Auxein =
meningkatkan)
· Banyak terdapat di ujung-ujung
koleoptil, atau ujung-ujung tunas.
· Diketahui sebagai senyawa Asam Indol
Asetat (AIA) atau Indol Acetic Acid (IAA).
· Kerjanya akan efektif bila tak ada cahaya.
· Bekerja mempengaruhi/mempercepat
proses pembelahan sel-sel meristem di ujung-ujung tunas (batang dan akar)
Dengan sifat auksin ini, tumbuhan dapat tumbuh sangat cepat
ditempat gelap (etiolasi). Dalam percobaan dilaboratorium, auksin juga memacu
pertumbuhan daun, bunga, buah dan batang rerumputan dan kelompok cemara. Sifat
auksin ini digunakan oleh para petani buah untuk merangsang bunga menjadi buah
tanpa pembuahan terlebih dahulu, sehingga kini muncul jenis buah tanpa biji,
seperti semangka, jeruk, dan durian. Proses pembentukan buah tanpa pembuahan
ini disebut Partenokarpi. Auksin juga dipakai untuk memacu tumbuhnya
akar pada batang-batang stek.
b.
Giberelin (Dari kata Gibbrela fujijuroi)
Gibberella fujikuroi adalah jamur yang menghasilkan hormon
giberelin. Secara liar, Gibberella fujikuroi menginjeksikan tanaman lain
dan mengeluarkan ekstrak giberelin. Akibatnya tanaman inang tumbuh raksasa.
Setelah ditemukan
pada Gibberela fujikuroi sebanyak 25 macam senyawa giberelin, ternyata
ditemukan pula 73 macam lainnya pada tumbuhan tinggi. Giberelin dapat
mempercepat tumbuhnya tunas, dan mempercepat perbungaan (vernalisasi), yang
berarti mempercepat pembuahan. Sekarang dapat ditemukan produk buah-buahan
melimpah sebelum musimnya. Ini berkat penggunaan giberelin oleh para petani
buah diluar musim berbuah.
Didunia pertanian, giberelin banyak dimanfaatkan karena
fungsinya yang istimewa, antara lain
· Digunakan untuk partenokarpi,
menghasilkan buah tanpa biji.
· Mempercepat penuaan daun (sayuran)
dan buah (Jeruk)
· Memacu pertumbuhan padang rumput
untuk ternak.
· Menyebabkan gerombol buah anggur
lebih panjang.
· Anggur tahan cendawan
· Mendorong produksi benih
· Oleh pembuat bir digunakan untuk
mempercepat proses pembuatan malt
· Merenyahkan tangkai daun seledri
· Meningkatkan tanaman tebu dan
produksi gulanya.
c.
Sitokinin
Dinamakan sitoinin karena memacu sitokinesis (Pembelahan
plasma sel). Sitokinin terdpat dijaringan pembuluh berbagai jenis tumbuhan.
Sitokinin ditemukan pula pada endosperma cair buah kelapa muda, kapang,
bakteri, dan bahkan hewan primata, lumut, ganggang coklat, ganggang merah,
pinus, dan diatom.
Sitokinin paling banyak terdapat disekitar biji muda, buah
muda, dan tunas daun, serta ujung akar. Didunia pertanian, sitokinin diperlukan
untuk:
· Pertumbuhan pada kultur jaringan
· Menunda penuaan bagian tubuh
tumbuhan
· Memacu pembesaran sel-sel keping
biji dan sel daun dikotil.
· Memacu perkembangan kloroplas dan
sintesis klorofil
d.
Asam
Absisat
Musim dingin atau masa kering merupakan waktu dimana tanaman
beradaptasi menjadi dorman (penundaan pertumbuhan). Pada saat itu, ABA yang
dihasilkan oleh kuncup menghambat pembelahan sel pada jaringan meristem apikal
dan pada cambium pembuluh sehingga menunda pertumbuhan primer maupun sekunder.
ABA juga memberi sinyal pada kuncup untuk membentuk sisik yang akan melindungi
kuncup dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan. Dinamai dengan asam
absisat karena diketahui bahwa ZPT ini menyebabkan absisi/rontoknya daun
tumbuhan pada musim gugur. Nama tersebut telah popular walaupun para peneliti tidak
pernah membuktikan kalau ABA terlibat dalam gugurnya daun.
Pada kehidupan suatu tumbuhan, merupakan hal yang menguntungkan
untuk menunda/menghentikan pertumbuhan sementara. Dormansi biji sangat penting
terutama bagi tumbuhan setahun di daerah gurun atau daerah semiarid, karena
proses perkecambahan dengan suplai air terbatas akan mengakibatkan
kematian.Sejumlah faktor lingkungan diketahui mempengaruhi dormansi biji,
tetapi pada banyak tanaman ABA tampaknya bertindak sebagai penghambat utama
perkecambahan. Biji-biji tanaman setahun tetap dorman di dalam tanah sampai air
hujan mencuci ABA keluar dari biji.
Peranan Asam Absisat (ABA)
·
Dormansi Biji
·
Menahan cekaman kekeringan
e. Etilen
Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan
gas yang disebut etilen. Etilen disintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses
pemasakan yang lebih cepat. Selain etilen yang dihasilkan oleh tumbuhan,
terdapat etilen sintetik, yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat).Etilen
sintetik ini sering digunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan
buah. Selain memacu pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji,
menebalkan batang, mendorong gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang
kecambah. Selain itu, etilen menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal
dan inisiasi akar, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.
Hormon tumbuh yang secara umum berlainan
dengan Auxin, Gibberellin, dan Cytokinin. Dalam keadaan normal ethylene akan
berbentuk gas dan struktur kimianya sangat sederhana sekali. Di alam
ethilene akan berperan apabila terjadi perubahan secara fisiologis pada suatu
tanaman. hormon ini akan berperan pada proses pematangan buah dalam fase climacteric.
Penelitian terhadap ethylene, pertama kali dilakukan oleh Neljubow (1901) dan
Kriedermann (1975), hasilnya menunjukan gas ethylene dapat membuat perubahan
pada akar tanaman.
Hasil penelitian Zimmerman et al (1931)
menunjukan bahwa ethylene dapat mendukung terjadinya abscission pada daun,
namun menurut Rodriquez (1932), zat tersebut dapat mendukung proses pembungaan
pada tanaman nanas. Penelitian lain telah membuktikan tentang adanya kerja sama
antara auxin dan ethylene dalam pembengkakan (swelling) dan perakaran dengan
cara mengaplikasikan auxin pada jaringan setelah ethylene berperan.
2.4.1.1 Hormon lain yang terdapat pada
tumbuhan
a. Hormon Luka/Kambium
luka/Asam traumalin.
Hormon yang merangsang
sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan
penutupan bagian yang luka. Vitamin B12 9riboflavin), piridoksin (vit. B6)
asam ascorbat (vit. C), thiamin (vitamin B1), asam nikotinat merupakan jenis
vitamin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan dan
perkembangan Vitamin berperan sebagai kofaktor
b. Poliamina.
Mempunyai peranan
besar dalam proses genetis yang paling mendasar seperti sintesis DNA dan
ekspresi genetika. Spermine dan spermidine berikatan dengan rantai phosphate
dari asam nukleat. Interaksi ini kebanyakkan didasarkan pada interaksi ion
elektrostatik antara muatan positif kelompok ammonium dari polyamine dan muatan
negatif dari phosphat.Polyamine adalah kunci dari migrasi sel, perkembangbiakan
dan diferensiasi pada tanaman dan hewan. Level metabolis dari polyamine
dan prekursor asam amino adalah sangat penting untuk dijaga, oleh karena itu
biosynthesis dan degradasinya harus diatur secara ketat.Polyamine mewakili
kelompok hormon pertumbuhan tanaman, namun merekan juga memberikan efek pada
kulit, pertumbuhan rambut, kesuburan, depot lemak, integritas pankreatis dan
pertumbuhan regenerasi dalam mamalia.
Sebagai tambahan,
spermine merupakan senyawa penting yang banyak digunakan untuk mengendapkan DNA
dalam biologi molekuler. Spermidine menstimulasi aktivitas dari T4
polynucleotida kinase and T7 RNA polymerase dan ini kemudian digunakan sebagai
protokol dalam pemanfaatan enzim.
c. Hormon Kalin.
Dihasilkan pada
jaringan meristem. Memacu pertumbuhan organ tubuh tumbuhan
Jenisnyaadalah: a. Fitokalin: memacu pertumbuhan daun; b. Kaulokalin:
memacu pertumbuhan batang; c. Rhizokalin: memacu pertumbuhan akar; d.
Anthokalin: memacu pertumbuhan bunga dan buah Florigen hormon tumbuhan yang
khusus merangsang pembentukan bunga.
2.4.2 Nutrisi
Tanaman membutuhkan mutlak 13 unsur hara essensial dalam
pertumbuhannya. Unsur hara tersebut harus berbentuk ion untuk dapat digunakan
tanaman seperti NH4+, HPO42-, K+, Mg2+, SO42- dan sebagainya. Adapun peranan
unsur-unsur hara tersebut dapat diuraikan secara ringkas seperti dibawah ini :
a.
N (Nitrogen) peranannya :
· Merangsang pertumbuhan vegetatif
· Tanaman dan tumbuhnya anakkan
· Membuat tanaman lebih hijau karena
banyak mengandung butir hijau daun
· Merupakan bahan penyusun klorofil
daun, lemak dan protein
b. P (Phosfor) peranannya :
· Memacu pertumbuhan akar dan
pembentukan sistem perakaran yang lebih baik
· Mempercepat pembungaan dan pemasakan
buah, biji atau gabah
· Memperbesar prosentase pembentukan
bunga menjadi buah
· Sebagai bahan penyusun inti sel lemak dan
protein
c.
K (Kalium) peranannya :
· Memperlancar fotosintesis
· Membantu pembentukan protein dan
hidrat arang
· Sebagai katalisator dalam
transformasi tepung, gula dan lemak tanaman
· Mengeraskan jerami dan bagian kayu
dari tanaman
· Meninggikan kualitas rasa dan warna
dari buah dan bunga
· Meninggikan daya tahan tanaman
terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan
· Pada tanaman unsur ini terkumpul
pada titik tumbuh dan mempercepat pertumbuhan jaringan merismatik
d.
Mg (Magnesium) peranannya :
· Merupakan bahan penyusun klorofil
· Mengaktifkan enzim yang berperan
pada metabolisme karbohidrat
· Dapat menaikkan kadar minyak pada
berbagai tanaman penghasil minyak
e.
Ca (Calsium) peranannya :
· Merangsang pembentukan bulu-bulu
akar dan biji-bijian
· Mengeraskan jerami dan bagian kayu
tanaman
f.
S (Belerang) peranannya :
· Sebagai penyusun utama ion fosfat
· Menambah kandungan protein dan
vitamin
· Pembentukan bintil akar tanaman kacang-kacangan
dan butir hijau daun sehingga warna daun menjadi lebih hijau
g.
Cl (Chlor) peranannya :
· Meninggikan kuantitas dan kualitas
tanaman
h.
Fe (Besi) peranannya :
· Sangat penting pada pembentukan
klorofil
i.
Mn (Mangan) peranannya :
· Penting dalam penyusunan klorofil
dan proses fotosintesa
· Merangsang perkecambahan biji dan
pemasakan buah
j.
Cu & Zn (Tembaga dan Seng) peranannya :
· Penting dalam pengaturan sistem
enzim tanaman dan dalam pembentukan klorofil
· Diperlukan pada tanah alkalis dan
organik
k.
B (Borium) peranannya :
· Meningkatkan kualitas dan kuantitas
hasil sayur-mayur dan dalam pembentukan klorofil
· Penting dalam usaha peningkatan
produksi biji-bijian tanaman kacang-kacangan
· Diperlukan pada tanah organik
l.
Mo (Molibdenum) peranannya :
· Penting dalam proses fiksasi N dan
untuk tanaman kacang-kacangan, jeruk dan sayur mayur
2.4.3 Gen
Gen yaitu faktor penentu sifat-sifat makhluk hidup. Gen akan
terwaris dari generasi ke generasi. Biasanya sifat yang ditentukan oleh gen
(disebut sifat turunan) sulit diubah meskipun dengan penambahan nutrisi. Bila
tumbuhan mewarisi gen sifat pendek dari induk pendek, maka tumbuhan tersebut tetap
pendek. Tumbuhan yang memiliki gen penentu buah rasa manis akan menghasilkan
buah yang rasanya manis.
2.4.4. Lingkungan
a.
Cahaya
Cahaya ( yang umumnya diperoleh dari matahari) memiliki
spektrum yang berbeda yang memiliki panjang gelombang yang beda. Cahaya
berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, karena merupakan bahan dari proses
fotosintesis, bila tak ada cahaya, maka proses fotosintesis tak akan terjadi.
b.
Keasaman tanah (pH)
Tanaman umumnya tumbuh normal pada tanah yang netral,
berkisar antara pH 9-7.
c.
Kerapatan tanaman
Tanaman yang banyak pada suatu areal mempengaruhi jumlah
unsur hara dan membatasi keleluasaan menjalarnya akar tanaman. Hal ini akan
mempengaruhi pertumbuhan.
d.
Temperatur (suhu) lingkungan
Pertumbuhan sangat dipengaruhi oleh suhu. Setiap jenis
tumbuhan memiliki toleransi pada suhu minimum tertentu, suhu optimum tertentu,
dan suhu maksimum tertentu. Toleransi ini berbeda-beda untuk tiap jenis
tumbuhan. Pengaruh suhu dan cahaya matahari memberi pengaruh kompleks berkaitan
dengan kedudukan tempat di bumi terhadap cahaya matahari. Di daerah iklim
sedang dan iklim dingin muncul saat-saat hari panjang dan hari pendek. Hari
panjang yaitu hari yang siangnya diatas 12 jam (Sekitar 15 jam siang, 9 jam
malam). Sedangkan hari pendek mengalami siang kurang dari 12 jam (Sekitar 9 jam
atau 10 jam siang, 15 jam malam). Hari panjang terjadi pada musim panas, dan
hari pendek terjadi pada musim gugur dan dingin. Keadaan seperti ini
menimbulkan respon berbeda dari tumbuhan terhadap setiap musim. Respon ini
disebut fotoperiodisme.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pertumbuhan adalah Peristiwa perubahan biologi yang terjadi
pada makhluk hidup yang berupa pertambahan ukuran (volume, massa, dan tinggi).
Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur. Perkembangan adalah proses
menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini berlangsung secara kualitatif.
Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel. Bila kita
menanam biji tanaman, dapat diamati bahwa dari hari ke hari terjadi perubahan
tinggi. Secara kualitatif, terlihat bentuk awal (biji) yang demikian sederhana
menjadi bentuk tanaman yang lengkap.
Pada tanaman yang sedang tumbuh, terlihat adanya pembentukan
organ-organ baru. Misalnya daun semakin banyak, akar semakin panjang dan
bertambah banyak. Hormon pertumbuhan yaitu auksin, sitokinin, absisat dan
etilen.
Gen
yaitu faktor penentu sifat-sifat makhluk hidup. Gen akan terwaris dari generasi
ke generasi. Biasanya sifat yang ditentukan oleh gen (disebut sifat turunan)
sulit diubah meskipun dengan penambahan nutrisi. Bila tumbuhan mewarisi gen
sifat pendek dari induk pendek, maka tumbuhan tersebut tetap pendek. Tumbuhan
yang memiliki gen penentu buah rasa manis akan menghasilkan buah yang rasanya
manis
Lingkungan yaitu cahaya, keasaman
tanah, kerapatan tananaman, dan suhu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
tumbuhan. Tanaman membutuhkan mutlak 13 unsur hara essensial dalam
pertumbuhannya. Unsur hara tersebut harus berbentuk ion untuk dapat digunakan
tanaman seperti NH4+, HPO42-, K+, Mg2+, SO42- dan sebagainya
3.2 Saran
Diharapkan kepada para pembaca sekalian, agar setelah
memahami materi yang saya tulis ini, pembaca dapat mengerti dan menambah ilmu serta wawasannya.
DAFTAR
PUSTAKA







0 komentar:
Posting Komentar