RSS Feed

Jumat, Februari 01, 2013

Sejarah Penerapan Metode Statistika Dalam Biologi


Biometri berasal  dari kata “bios” yang berarti kehidupan dan “metron” yang berarti mengukur. Dengan demikian, biometri mengandung arti penerapan metode statistika dalam memecahkan permasalahan-permasalahan biologi. Apa yang terjadi? Penerapan metode statistika dalam biologi memberikan perkembangan yang luar biasa, baik terhadap kemajuan biologi sebagai ilmu pengetahuan dasar beserta cabang-cabangnya, maupun terhadap biologi dalam ilmu terapannya, seperti pertanian, perikanan, kehutanan, dan kedokteran.
Perlu Anda ketahui bahwa istilah statistika atau ilmu statistik, tidak sama dengan istilah statistik. Istilah statistika atau ilmu statistik berarti merupakan cabang ilmu matematika terapan yang digunakan untuk keperluan analisis data numerik, sedangkan istilah statistik adalah sajian data numerik dalam bentuk tabel atau diagram. Hampir setiap cabang ilmu biologi telah dirasuki oleh metode statistika untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada di dalamnya. Bahkan taksonomi sebagai cabang biologi yang semula dianggap jauh dari statistika, saat sekarang sudah banyak memanfaatkan metode statistika dalam mengembangkan temuan-temuan klasifikasi.
Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa aplikasi metode tersebut dalam taksonomi memberikan hasil klasifikasi organisme secara lebih akurat. Namun demikian, harus diakui bahwa tidak semua temuan konsep dalam biologi harus dengan memanfaatkan metode statistika.
Bagaimana sebenarnya sejarah perkembangan dari statistika itu sendiri? Statistika modern sebagai salah satu ilmu pengetahuan, telah dikembangkan sejak abad 17 Masehi. Ada dua sumber yang dapat menunjukkan tumbuhnya statistika modern. Pertama, statistika yang berhubungan dengan ilmu politik atau disebut aritmetika politik. Aritmetika politik menyajikan berbagai informasi yang berupa deskripsi kuantitatif berbagai aspek yang berkaitan dengan urusan pemerintahan dan kenegaraan. Sebagai tokohnya adalah John Graunt (1620 – 1674) dan William Petty (1623 – 1687). Kedua, statistika yang berhubungan dengan teori peluang atau teori probabilitas. Tokoh-tokohnya, antara lain Blaise Pascal (1623 – 1662), Pierre de Fermat (1601 – 1665), Jacques Bernaulli (1654 – 1705), dan Abraham de Moivre (1667 – 1754). Perkembangan statistika menjadi semakin cepat pada abad ke-18 dengan berkembangnya ilmu astronomi. Tokohnya antara lain Pierre Simon Laplace (1749 – 1827) dan Karl Friedrich Gauss (1777 – 1855). Ahli yang merintis penerapan statistika dalam biologi, kedokteran dan sosiologi adalah astronomer Belgia Adolphe Quetelet (1790 – 1874).
Perkembangan statistika secara progresif baru terjadi pada abad ke-19, dengan ditandai pengembangan teori statistika oleh para ahli matematika. Francis Galton (1822 – 1911), paman dari Charles Darwin, yang kemudian dikenal sebagai bapak biometri dan genetika modern. Kedua bidang ilmu tersebut menjadi demikian erat hubungannya karena pengembangan konsep-konsep genetika modern mengandalkan pada penerapan metode statistika. Ahli lain, yaitu Karl Pearson (1857 – 1936) yang menerapkan metode statistika dalam biologi untuk menggambarkan konsep seleksi alam. Sementara W.F.R. Weldon (1860 – 1906) menerapkan metode statistika untuk mengembangkan berbagai konsep zoologi. W.S. Gosset (1876 – 1937), murid Pearson, menemukan prinsip distribusi peluang t yang selanjutnya disebut distribusi t-Student. Ronald A. Fisher (1890 – 1962) dan Abraham Wald (1902 – 1950) berperan dalam mengembangkan statistika secara luas dalam biologi.

Sumber: Subali, Bambang. (2010). Aplikasi Statistika Dalam Penelitian Biologi. Yogyakarta: UNY

0 komentar: