Biometri berasal dari kata
“bios” yang berarti kehidupan dan “metron” yang berarti mengukur. Dengan
demikian, biometri mengandung arti penerapan metode statistika dalam memecahkan permasalahan-permasalahan biologi. Apa yang
terjadi? Penerapan metode statistika dalam biologi memberikan perkembangan yang
luar biasa, baik terhadap kemajuan biologi sebagai ilmu pengetahuan dasar
beserta cabang-cabangnya, maupun terhadap biologi dalam ilmu terapannya,
seperti pertanian, perikanan, kehutanan, dan kedokteran.
Perlu Anda ketahui bahwa istilah statistika atau ilmu statistik,
tidak sama dengan istilah statistik. Istilah statistika atau ilmu statistik
berarti merupakan cabang ilmu matematika terapan yang digunakan untuk keperluan
analisis data numerik, sedangkan istilah statistik adalah sajian data numerik
dalam bentuk tabel atau diagram. Hampir setiap cabang ilmu biologi telah
dirasuki oleh metode statistika untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada
di dalamnya. Bahkan taksonomi sebagai cabang biologi yang semula dianggap jauh
dari statistika, saat sekarang sudah banyak memanfaatkan metode statistika
dalam mengembangkan temuan-temuan klasifikasi.
Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa aplikasi metode
tersebut dalam taksonomi memberikan hasil klasifikasi organisme secara lebih
akurat. Namun demikian, harus diakui bahwa tidak semua temuan konsep dalam
biologi harus dengan memanfaatkan metode statistika.
Bagaimana sebenarnya sejarah perkembangan dari statistika itu
sendiri? Statistika modern sebagai salah satu ilmu pengetahuan, telah
dikembangkan sejak abad 17 Masehi. Ada dua sumber yang dapat menunjukkan
tumbuhnya statistika modern. Pertama, statistika yang berhubungan dengan ilmu politik
atau disebut aritmetika politik. Aritmetika politik menyajikan berbagai
informasi yang berupa deskripsi kuantitatif berbagai aspek yang berkaitan
dengan urusan pemerintahan dan kenegaraan. Sebagai tokohnya adalah John Graunt
(1620 – 1674) dan William Petty (1623 – 1687). Kedua, statistika yang berhubungan
dengan teori peluang atau teori probabilitas. Tokoh-tokohnya, antara lain Blaise
Pascal (1623 – 1662), Pierre de Fermat (1601 – 1665), Jacques Bernaulli (1654 –
1705), dan Abraham de Moivre (1667 – 1754). Perkembangan statistika menjadi
semakin cepat pada abad ke-18 dengan berkembangnya ilmu astronomi. Tokohnya
antara lain Pierre Simon Laplace (1749 – 1827) dan Karl Friedrich Gauss (1777 –
1855). Ahli yang merintis penerapan statistika dalam biologi, kedokteran dan
sosiologi adalah astronomer Belgia Adolphe Quetelet (1790 – 1874).
Perkembangan statistika secara progresif baru terjadi pada abad
ke-19, dengan ditandai pengembangan teori statistika oleh para ahli matematika.
Francis Galton (1822 – 1911), paman dari Charles Darwin, yang kemudian dikenal
sebagai bapak biometri dan genetika modern. Kedua bidang ilmu tersebut menjadi
demikian erat hubungannya karena pengembangan konsep-konsep genetika modern
mengandalkan pada penerapan metode statistika. Ahli lain, yaitu Karl Pearson
(1857 – 1936) yang menerapkan metode statistika dalam biologi untuk
menggambarkan konsep seleksi alam. Sementara W.F.R. Weldon (1860 – 1906)
menerapkan metode statistika untuk mengembangkan berbagai konsep zoologi. W.S.
Gosset (1876 – 1937), murid Pearson, menemukan prinsip distribusi peluang t
yang selanjutnya disebut distribusi t-Student. Ronald A. Fisher (1890 – 1962)
dan Abraham Wald (1902 – 1950) berperan dalam mengembangkan statistika secara
luas dalam biologi.
Sumber: Subali, Bambang. (2010). Aplikasi Statistika Dalam Penelitian Biologi. Yogyakarta: UNY
Sumber: Subali, Bambang. (2010). Aplikasi Statistika Dalam Penelitian Biologi. Yogyakarta: UNY
0 komentar:
Posting Komentar